MARKET DATA
Internasional

Chaos! Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Turun-Korban Berjatuhan

luc,  CNBC Indonesia
31 July 2026 13:35
Migrants gather around a torched vehicle while waiting for a chance to cross to the Spanish enclave of Ceuta, on the Moroccan side of the border in Fnideq, Morocco, July 31, 2026. Picture taken with a mobile phone.   REUTERS/Ahmed El Jechtimi     TPX
Foto: REUTERS/Ahmed El Jechtimi
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan migran memadati kota Fnideq di Maroko yang berbatasan langsung dengan wilayah kantong Spanyol, Ceuta, dalam gelombang migrasi besar yang kembali mengguncang salah satu perbatasan paling sensitif antara Afrika dan Eropa. Meski aparat keamanan diperkuat secara besar-besaran, ribuan orang tetap berupaya menembus wilayah Uni Eropa melalui darat maupun laut.

Mengutip Reuters, Jumat (31/7/2026), arus migran bergerak menuju Ceuta sepanjang Kamis setelah berkumpul sejak malam sebelumnya di sekitar kota Fnideq, Maroko utara.

Televisi pemerintah Spanyol TVE melaporkan antara 2.000 hingga 3.000 migran berhasil memasuki Ceuta pada Kamis. Sebagian besar yang berhasil menyeberang disebut melakukannya sebelum tengah hari.

Ceuta, bersama Melilla, merupakan dua kota otonom Spanyol yang berada di Afrika Utara dan menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika. Kedua wilayah tersebut selama bertahun-tahun menjadi titik utama migran yang ingin mencapai Eropa.

Lonjakan migran membuat pemerintah Spanyol mengirimkan tambahan personel militer dan polisi ke Ceuta.

Di saat yang sama, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa sembilan jenazah telah ditemukan di wilayah tersebut.

Meski pintu perbatasan terlihat tertutup rapat, kelompok-kelompok migran terus bergerak menyusuri garis pantai untuk mencari jalur alternatif melewati pagar pembatas. Sebagian bahkan memilih mencoba menyeberang dengan berenang.

Salah seorang migran bernama Brahim, 32 tahun, mengatakan dirinya datang dari kota Tangier dengan harapan dapat memasuki Ceuta melalui gerbang perbatasan. "Saya terlambat," katanya.

Ia mengatakan ketika tiba di lokasi, akses menuju gerbang praktis sudah ditutup.

Di antara ribuan orang yang berupaya masuk ke wilayah berpenduduk sekitar 85.000 jiwa tersebut terdapat perempuan, anak-anak, warga Maroko, hingga migran dari negara-negara Sub-Sahara Afrika.

Aparat Maroko Gunakan Meriam Air

Pemerintah Maroko mengerahkan truk meriam air dan memperkuat pengamanan di titik-titik perlintasan.

Pasukan keamanan berulang kali memukul mundur kelompok migran yang mencoba mendekati gerbang perbatasan.

Di sekitar lokasi, terlihat bangkai sebuah bus dan tujuh kendaraan yang hangus terbakar akibat bentrokan yang terjadi ketika aparat berusaha menghentikan massa.

Saksi Reuters di lapangan melaporkan kerusakan tersebut masih tampak jelas di sekitar kawasan perbatasan.

Migran Terjebak Desak-desakan

Seorang migran lain yang enggan disebutkan namanya mengaku nyaris kehilangan nyawa ketika berusaha menyeberang.

Ia mengatakan dirinya terjebak dalam situasi desak-desakan yang sangat berbahaya. "Saya takut kehilangan nyawa."

Ia menggambarkan situasi kacau ketika orang-orang saling mendorong dan menginjak satu sama lain di jalur sempit sepanjang pesisir pantai.

Menurutnya, kepanikan semakin meningkat ketika ribuan orang mencoba bergerak menuju titik yang sama dalam waktu bersamaan.

Jalan-jalan menuju Fnideq dipenuhi orang-orang yang berharap bisa memasuki Eropa. Banyak di antara mereka merupakan anak di bawah umur.

Sebagian berjalan kaki menyusuri jalan raya hingga larut malam. Sebagian lainnya memilih melewati jalur pegunungan untuk menghindari pos pemeriksaan aparat.

Sepanjang malam, pasukan keamanan berkali-kali membubarkan kelompok migran yang mencoba melakukan penyerbuan massal ke arah perbatasan.

Namun para migran terus berkumpul kembali di jalan, bukit, dan area terbuka di sekitar kota.

Kebijakan Pro-Migran Spanyol

Lonjakan migran ini juga terjadi di tengah kebijakan migrasi yang relatif lebih terbuka di Spanyol dibandingkan sejumlah negara Eropa lainnya. Pemerintahan Sosialis Spanyol selama ini dikenal memiliki pendekatan yang lebih pro-migran.

Baru-baru ini Madrid meluncurkan program yang memungkinkan sekitar 500.000 migran tanpa dokumen memperoleh status hukum.

Program tersebut memicu lonjakan besar permohonan legalisasi, bahkan jumlah pengajuannya dilaporkan mencapai dua kali lipat dari target awal.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Spanyol Tiba-Tiba Umumkan Darurat Nasional, Ada Apa?


Most Popular
Features