Bahlil Luncurkan Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri, Ini Isinya

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Jumat, 07/08/2026 17:22 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Verda Nano)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluncurkan 10 buku yang merangkum pemikiran dan pengalamannya di bidang investasi, hilirisasi, hingga sektor energi. Adapun, peluncuran buku tersebut digelar bersamaan dengan peringatan ulang tahunnya yang ke-50.

Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh nasional. Dalam sambutannya, Bahlil mengungkapkan bahwa semula ia hanya berencana menerbitkan delapan buku. Namun, jumlah tersebut kemudian ditambah menjadi 10.

"Izin Pak Presiden, buku saya itu sebenarnya delapan buku, bukan 10. Tapi karena angka delapan adalah sandi Bapak Presiden, maka saya genapkan menjadi 10 buku," ujar Bahlil dalam acara peluncuran dan bedah buku bertajuk 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia yang digelar di The Ballroom at Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).


Bahlil memerinci sebagian besar dari 10 buku yang diluncurkannya merupakan kumpulan pengalaman selama menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sebelum memimpin Kementerian ESDM. "Buku ini sebenarnya bukan yang baru ditulis untuk nanti akan dibuat. Sebagian buku-buku ini adalah buku-buku yang dibuat di saat saya masih Menteri Investasi," ujar Bahlil.

Meskipun tak menjelaskan keseluruhan buku yang terbit, Bahlil menjelaskan beberapa: Pertama, berjudul Hilirisasi Sumber Daya Alam Indonesia: Transformasi dan Mandat Konstitusi lahir dari pengalaman pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel pada awal masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.

Bahlil menceritakan beberapa hari setelah dilantik menjadi Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo memerintahkannya untuk menghentikan ekspor nikel, meski kewenangan tersebut berada di Kementerian ESDM.

"Saya diperintahkan, saya ini seperti baru selesai taruna, tiba-tiba disuruh untuk perang di lapangan, aturan pun kita belum tahu," ujarnya.

Buku kedua, Batang Magnet Investasi: Kisah di Balik Lahirnya Kawasan Industri Terpadu Batang, menurut Bahlil berawal dari evaluasi pemerintah yang gagal menarik relokasi industri saat perang dagang Amerika Serikat dan China.

Saat itu, kata dia, banyak perusahaan memilih Vietnam karena harga lahan kawasan industri jauh lebih murah dibanding Indonesia.

Buku ketiga, yakni Seni Menuntaskan Misi menceritakan upayanya memperkuat peran Kementerian Investasi yang saat itu dinilainya hanya berfungsi sebagai front office bagi investor.

"Seperti harimau tapi tidak punya gigi. Ini jujur. Uangnya waktu itu APBN-nya tidak lebih dari 800 miliar. Investor datang ke sini, ke sini, kita enggak punya kewenangan waktu itu. Maka karena memang kita tidak dibesarkan di dunia akademik secara baik, saya dibesarkan di jalanan, saya tidak kehilangan akal. Saya menyelesaikan investasi ada Rp708 triliun investasi mangkrak dengan tim yang ada di ESDM," katanya.

Buku keempat, Menanam Fondasi Kendaraan Listrik Nasional, Bahlil mengisahkan proses negosiasi pemerintah dalam membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia, termasuk kerja sama dengan Hyundai.

Menurutnya, proyek senilai US$1,5 miliar tersebut sempat diperebutkan sejumlah negara sebelum akhirnya direalisasikan di Indonesia.

"Waktu itu Singapura yang pengen ambil barang itu, termasuk baterainya. Tapi kita bagaimana membangun negosiasi dan alhamdulillah kita adalah negara pertama di Asia Tenggara yang memproses ekosistem baterai mobil. Jadi itu bukunya," ujar Bahlil.

Buku Kelima, buku Tuan di Negeri Sendiri. Ia menyebut buku tersebut merupakan refleksi sekaligus otokritik terhadap pelaksanaan program hilirisasi nasional.

Menurut Bahlil, gagasan dalam buku itu berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya membangun kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya alam, dengan hilirisasi sebagai instrumen utama.

"Saya ingin menceritakan ujung daripada buku itu adalah tentang Tuan di Negeri Sendiri. Buku ini sebenarnya adalah hasil doktrinisasi dari apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo kepada kami. Waktu itu sebagai tim sukses untuk menjabarkan tentang bagaimana membangun kedaulatan dalam rangka pengelolaan sumber daya alam. Hilirisasi adalah instrumennya," katanya.

"Tapi jujur Bapak Presiden, dalam temuan saya yang betul disampaikan oleh opung tadi, bahwa hilirisasi di negara kita belum seutuhnya sesuai dengan Pasal 33 dan Pancasila pada sila kelima. Buku ini adalah merupakan buku otokritik karena sebagian adalah disertasi saya. Bagaimana mungkin kita

membangun hilirisasi di daerah, kemudian yang mendapat manfaatnya itu hanya pemerintah pusat dan investor?," tambahnya.

Berikut 10 buku yang diluncurkan Bahlil:

- Hilirisasi SDA Indonesia: Transformasi dan Mandat Konstitusi

- Batang Magnet Investasi: Kisah di Balik Lahirnya Kawasan Industri Terpadu Batang

- Investasi Inklusif dan Berkelanjutan: Konsep dan Capaian

- Koboi dari Timur Jaring Investasi

- Bertahan, Berjejaring, Bertindak

- Tuan di Negeri Sendiri

- Seni Menuntaskan Misi

- Transformasi Energi Negeri: Resiliensi, Transisi Energi, dan Hilirisasi

- Seorang yang Terlanjur Disimpulkan

- Menanam Fondasi Kendaraan Listrik Nasional


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil Berencana Revisi RKAB Batu Bara, Penambang Buka Suara!