Tak Cuma Taruh Dana di Bank, DPR Bocorkan Cara Purbaya Dorong Ekonomi
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pemerintah memiliki amunisi untuk menggerakkan roda ekonomi di semester kedua tahun ini, yakni ketersediaan dana di perekonomian.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himbara.
Misbakhun mengatakan kebijakan tersebut merupakan upaya guna menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit, sehingga mampu mendorngkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal tiga dan empat.
"Sudah ada komitmen yang sangat kuat dari Menteri Keuangan, yaitu tentang ketersediaan uang yang selama ini berasal dari pengelolaan kas saldo anggaran lebih, yaitu silpa dan SAL yang selama ini disimpan di Bank Sentral," ujar Misbakhun kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2026).
"Pemerintah memberikan keyakinan bahwa akan dalam waktu tertentu digunakan oleh perbankan Himbara untuk mengakselerasi dan untuk memboosting pertumbuhan kredit mereka," lanjut Misbakhun.
Dorongan likuiditas di perekonomian itu menurut Misbakhun bisa tersalur melalui kredit, baik untuk korporasi dan atau UMKM di sektor riil.
"Tentunya likuiditas ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dorongan dari sisi investasi ke sektor riil," kata Misbakhun.
Lainnya adalah untuk menjadi pendorong kinerja ekspor Indonesia sehingga mulai membaik di semester dua dan modal mencari peluang di tengah eskalasi perang di Ukraina-Rusia maupun di Timur Tengah.
Komitmen pemerintah dalam mendorong perekonomian seperti menambah sekitar Rp70 triliun dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara). Adapun, suntikan dana SAL telah dilakukan secara bertahap.
Purbaya mengatakan pemerintah sudah menempatkan Rp40 triliun di Himbara hari ini dan Rp30 triliun sisanya pada pekan depan.
"Sharing-nya sama seperti sebelumnya-sebelumnya ya. Jadi Rp 70 nambah seminggu ini," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).
Dalam kesempatan ini, Purbaya juga memastikan akan menempatkan SAL lebih lama di Himbara. Dari total Rp 400 triliun, sebanyak Rp 200 triliun akan ditempatkan hingga Juli 2027 dan Rp 200 triliun sisanya hingga akhir 2026.
Dampak perang berkepanjangan membuat harga komoditas ekspor andalan Indonesia naik seperti batu bara serta mulai adanya keseimbangan baru yang dinilai Misbakhun menciptakan peluang baru.
"Sekarang harga batubara mulai naik. Harga batubara mulai kelihatan naik. Dan kemudian Timur Tengah sudah menjadi bagian dari situasi yang template oh ada constraint di Timur Tengah," kata Misbakhun.
"Orang mencari sektor yang lainlah. Inilah yang mau tidak mau membuat kita yakin pada pattern-nya," sambungnya.
Ketua Komisi XI DPR RI itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan Purbaya untuk membahas booster pertumbuhan ekonomi lainnya.
"Dia akan berusaha mengakselerasi terhadap apa? Penyaluran ke daerah, kemudian realisasi-realisasi belanja pemerintah, kemudian belanja-belanja yang lain akan dia kuatkan," ujar Misbakhun.
(arj/arj)