MARKET DATA

Ternyata Ini Alasan Isuzu Belum Boyong Truk dan Pikap Listrik ke RI

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
06 August 2026 18:35
Communication Management Department Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Puti Annisa Moeloek di Booth Isuzu GIIAS, Kamis (6/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Communication Management Department Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Puti Annisa Moeloek di Booth Isuzu GIIAS, Kamis (6/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren elektrifikasi terus merambah industri otomotif nasional. Namun, adopsi kendaraan listrik di segmen komersial dinilai memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan mobil penumpang karena berkaitan langsung dengan aktivitas operasional bisnis.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia mengungkapkan, perusahaan sebenarnya telah memiliki kendaraan niaga listrik yang sudah dipasarkan di sejumlah negara. Hanya saja, keputusan membawa produk tersebut ke Indonesia masih bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung, terutama untuk kebutuhan kendaraan niaga yang memiliki karakter penggunaan berbeda dengan kendaraan pribadi.

"Kalau dari Isuzu sendiri, kalau elektrifikasi itu, kita di Isuzu Jepang memang sudah punya produk elektrik terutama untuk Isuzu Elf. Cuma untuk masuk ke Indonesia, di komersial itu kita butuh ekosistem. Penggunaannya juga berbeda dengan passenger, karena digunakan untuk angkut barang, operasional, jaraknya jauh dan tidak menentu," kata Communication Management Department Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia Puti Annisa Moeloek di Booth Isuzu GIIAS, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, kendaraan komersial membutuhkan kepastian infrastruktur agar operasional bisnis pelanggan tidak terganggu. Kondisi tersebut membuat pengembangan kendaraan listrik di sektor niaga memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan kendaraan penumpang.

Ia menjelaskan, Isuzu tetap memantau perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan juga melihat pengalaman pasar mobil penumpang yang perlahan berkembang seiring bertambahnya fasilitas pengisian daya.

"Jadi mungkin agak seperti ayam dan telur. Tapi kami percaya ini sebuah keniscayaan, suatu saat pasti akan berkembang. Sama seperti di passenger, awalnya juga masih ada kesulitan, tetapi makin lama makin berkembang dan makin banyak," ujarnya.

Puti mengatakan, saat infrastruktur untuk mendukung kendaraan komersial listrik semakin memadai, produk listrik Isuzu berpotensi menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha di Indonesia.

"Kalau ditanya produknya sudah siap, sudah ada. Di Isuzu Jepang sudah digunakan secara umum di Jepang maupun di Amerika. Tapi kalau di Indonesia, kita tunggu infrastrukturnya cukup," kata Puti.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Laju Truk Listrik Tanah Air Terganjal Jarak Tempuh Baterai


Most Popular
Features