Internasional

Latihan Militer Buat Tragedi, Pesawat Jatuh & Hantam Gunung

tfa, CNBC Indonesia
Kamis, 06/08/2026 16:30 WIB
Foto: Ilustrasi pesawat jatuh tabarak gunung (via REUTERS/YONHAP NEWS AGENCY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat orang tewas setelah pesawat ambulans udara yang mereka tumpangi jatuh menghantam pegunungan di New Mexico, Amerika Serikat (AS), pada 13 Mei lalu. Laporan awal Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengaitkan kecelakaan tersebut dengan latihan militer AS yang mengganggu sinyal GPS di wilayah tersebut.

NTSB mengungkapkan latihan pengacauan sinyal GPS oleh militer mengganggu sistem navigasi sejumlah pesawat sipil. Ini membuat petugas pengatur lalu lintas udara kewalahan mengalihkan penerbangan menggunakan metode navigasi konvensional.


"Latihan pengacauan sinyal tersebut mengganggu sejumlah pesawat," tulis NTSB menjelaskan kondisi lalu lintas udara yang menjadi semakin rumit saat insiden terjadi, dalam laporan awalnya, seperti dikutip RT yang melansir laman AP, Kamis (6/8/2026).

Pesawat Beechcraft King Air 90 yang membawa dua pilot dan dua perawat, awalnya menjalankan misi evakuasi medis dari Roswell menuju Bandara Regional Sierra Blanca. Mereka dalam tugas untuk menjemput pasien sebelum diterbangkan ke Albuquerque.

Beberapa menit setelah lepas landas, pilot melaporkan kehilangan sinyal GPS dan diketahui terbang sekitar 1.000 kaki di atas ketinggian yang telah ditentukan. Pengatur lalu lintas udara kemudian menginstruksikan pesawat mengubah arah sambil meminta pihak militer menghentikan sementara latihan pengacauan sinyal.

Di saat yang sama, sekitar 64 kilometer dari lokasi pesawat, Angkatan Udara AS menggelar latihan tahunan NAVFEST di White Sands Missile Range. Kegiatan yang melibatkan berbagai unit peperangan elektronik (electronic warfare/EW), industri pertahanan, dan negara-negara NATO itu sebelumnya telah diperingatkan oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA) berpotensi mengganggu sinyal GPS hingga radius sekitar 640 kilometer selama periode 12-18 Mei.

Namun situasi di ruang kendali semakin rumit karena petugas juga harus menangani sedikitnya empat pesawat lain yang kehilangan sinyal GPS. Akibatnya, arahan navigasi (vector) yang dijanjikan kepada pesawat ambulans udara tidak pernah diberikan.

Ketika pilot melihat lampu Bandara Sierra Blanca dari kejauhan, mereka memutuskan melakukan pendekatan secara visual tanpa menyadari keberadaan Pegunungan Capitan setinggi sekitar 10.000 kaki yang berada di jalur penerbangan. NTSB mencatat pesawat kemudian mulai turun dengan pembacaan altimeter yang masih menunjukkan ketinggian sekitar 600 kaki lebih tinggi dibanding posisi sebenarnya.

Saat pegunungan muncul di hadapan pesawat, pilot sempat berupaya menambah ketinggian, tetapi gagal menghindari tabrakan. Pesawat akhirnya menghantam lereng gunung, menewaskan seluruh awak di dalamnya dan memicu kebakaran hutan yang baru berhasil dipadamkan hampir sebulan kemudian.

Hingga kini Angkatan Darat AS belum memberikan tanggapan maupun mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. Sementara itu, NTSB menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan penyebab pasti kecelakaan baru akan ditetapkan setelah investigasi rampung pada tahun depan.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Harga Emas Ambruk USD 3.900 - Pesawat Jatuh Tewaskan Semua Penumpang