MARKET DATA

Strategi Menjaga Kedaulatan Ekonomi RI Lewat Sumber Daya Mineral

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
31 July 2026 14:04
Ilustrasi Tambang
Foto: Ilustrasi Tambang

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, penguatan ketahanan ekonomi nasional menjadi salah satu agenda strategis yang perlu terus didorong. Dari situ, pengelolaan sumber daya mineral seperti emas menjadi salah satu instrumen penting yang berperan signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat cadangan devisa, serta meningkatkan kedaulatan ekonomi nasional.

Pada dasarnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya emas yang sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah. Namun, sejumlah tantangan masih harus dihadapi dalam rangka optimalisasi pemanfaatan komoditas strategis tersebut, mulai dari tata kelola hulu hingga hilir, penyerapan produksi domestik, penguatan industri pengolahan terintegrasi, hingga pengembangan ekosistem bullion nasional yang juga terhubung dengan sistem keuangan nasional.

Pengelolaan emas yang terencana dan berkelanjutan diyakini dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian, meningkatkan penerimaan negara, memperkuat cadangan nasional, serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong memandang, tingginya harga emas dalam beberapa waktu terakhir menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri emas nasional. Pasalnya, Indonesia memiliki cadangan emas yang cukup besar sekitar 3.500 ton dan berpotensi meningkatkan perannya sebagai produsen dan pusat pengolahan emas di kawasan.

"Namun, jika yang dimaksud adalah menjadi pemain utama sebagai pusat perdagangan emas global seperti London, Dubai, HK, atau Shanghai, saya melihat tantangannya masih cukup besar. Membangun sebuah gold trading hub membutuhkan likuiditas pasar yang dalam, ekosistem bullion yang matang, regulasi yang kompetitif, serta kepercayaan investor internasional, yang memerlukan waktu dan komitmen jangka panjang," ungkap Lukman saat dihubungi CNBC Indonesia belum lama ini.

Dia mengatakan dalam jangka menengah, target yang lebih realistis adalah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai emas. Dalam konteks ini, penguatan tersebut dapat dilakukan melalui hilirisasi, bullion banking, dan pengembangan pasar emas domestik.

Indonesia sebenarnya telah memiliki kapasitas penambangan dan pemurnian emas yang cukup baik, sehingga tantangan utama bukan lagi pada proses pemurnian, tetapi justru berada pada penguatan ekosistem hilir, seperti perdagangan bullion, bullion banking, produk investasi berbasis emas, serta industri manufaktur yang memanfaatkan emas sebagai bahan baku.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan eksplorasi untuk menjaga keberlanjutan cadangan, kepastian regulasi, serta integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir hingga sistem moneter juga menjadi faktor penting agar nilai tambah dan manfaat ekonomi dari sumber daya emas dapat semakin besar bagi Indonesia.

Lebih lanjut, pengembangan bullion bank menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan ekosistem emas nasional yang kuat. Sebab, lembaga tersebut mampu meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar melalui layanan seperti penitipan, perdagangan, pembiayaan, dan produk investasi berbasis emas.

"Namun, industri bullion bank di Indonesia masih berada pada tahap awal pengembangan sehingga membutuhkan waktu untuk membangun skala, likuiditas, dan kepercayaan pasar," terang dia.

Untuk ke depannya, kata Lukman, keberhasilan pengembangan bullion bank akan sangat bergantung pada konsistensi regulasi, standar tata kelola dan penyimpanan yang kredibel, integrasi dengan industri emas nasional, serta edukasi masyarakat agar memahami manfaat dan karakteristik produk berbasis emas. Jika ekosistem tersebut berkembang dengan baik, bullion bank berpotensi memperdalam pasar emas domestik,mendukung posisi Indonesia dalam rantai nilai emas, sekaligus menjadi cadangan yang kuat dalam mendukung bank sentral.

Lantas, hilirisasi emas merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut di dalam negeri. Dengan memperkuat industri pengolahan, Indonesia dapat meningkatkan nilai ekspor, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta mengembangkan industri manufaktur dan jasa keuangan berbasis emas. Alhasil, posisi Indonesia dalam rantai pasok emas global menjadi semakin kuat.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Freeport Sudah Ajukan Perpanjangan IUPK Setelah 2041, Ini Alasannya


Most Popular
Features