MARKET DATA

Pekerja Migran RI Jadi Pejuang Devisa, Menteri P2MI Beri Bukti Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
05 August 2026 15:20
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membuka jalan bagi lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin bekerja di luar negeri melalui program Asta Mandala SMK Go Global
Foto: Martyasari Rizky

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah membidik peningkatan devisa negara sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui program Asta Mandala SMK Go Global. Program yang menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto itu disiapkan untuk memenuhi tingginya kebutuhan tenaga kerja Indonesia di sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, Taiwan, Jerman, Turki, Korea Selatan hingga kawasan Eropa.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, program tersebut tidak sekadar memberikan pelatihan kepada calon pekerja migran, melainkan disusun berdasarkan permintaan tenaga kerja dari negara tujuan.

"Jadi mekanismenya, ada dulu pasarnya, ada dulu negara penempatan dan sektornya, dibutuhkan kompetensi seperti apa, baru dilatih seperti apa. Jadi latih, kompeten, tempatkan. Sehingga KPI-nya adalah penempatan, bukan hanya pelatihan," kata Mukhtarudin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah terlebih dahulu memprofilkan kebutuhan tenaga kerja dari masing-masing negara berdasarkan job order (JO) yang telah diverifikasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri. Setelah itu, calon pekerja migran diberikan pelatihan sesuai kompetensi yang dibutuhkan.

"Jadi sudah ada ordernya. Nah ordernya sudah ada dibutuhkan kompetensi seperti apa, baru kita latih seperti apa," ujarnya.

Bank Mandiri Bersama Pekerja Migran Indonesia Bagikan Masker di Hong Kong. (Dok: Mandiri)Bank Mandiri Bersama Pekerja Migran Indonesia Bagikan Masker di Hong Kong. (Dok: Mandiri) Foto: Bank Mandiri Bersama Pekerja Migran Indonesia Bagikan Masker di Hong Kong. (Dok: Mandiri)

Sektor yang menjadi prioritas meliputi caregiver, manufaktur, welder, konstruksi, transportasi, hospitality, perawat (nurse), agrikultur hingga wellness therapist. Para lulusan nantinya akan diarahkan mengisi peluang kerja di berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Singapura, Taiwan, Maladewa hingga sejumlah negara di kawasan Eropa.

Adapun negara yang saat ini paling banyak membutuhkan pekerja migran Indonesia, lanjut Mukhtarudin, berasal dari kawasan Asia.

"Negara yang paling banyak dari apa yang sudah kita profiling, adalah negara Malaysia, Taiwan, Jepang termasuk juga Hong Kong ya, dan beberapa negara Eropa, termasuk Turki dan Jerman," sebut dia.

Selain membuka peluang kerja, pemerintah juga membidik peningkatan kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirim ke Indonesia.

Mukhtarudin menjelaskan, salah satu target dalam program Asta Mandala SMK Go Global adalah sukses remitansi, yakni meningkatkan kesejahteraan pekerja migran beserta keluarganya sekaligus memperbesar sumbangan devisa negara.

"Remitansi ini adalah uang yang dikirim oleh pekerja migran kepada keluarganya, dengan mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja migran Indonesia dan keluarganya, sekaligus memberikan kontribusi terhadap devisa nasional, devisa negara," kata Mukhtarudin.

Menurut dia, remitansi yang dikirim pekerja migran tidak hanya meningkatkan daya beli keluarga di daerah, tetapi juga menjadi sumber devisa bagi Indonesia karena dikirim dalam mata uang asing.

"Remitansi itu adalah remitansi produktif, dikirim langsung ke keluarganya sehingga di situlah, dari uang itulah dia membiayai anaknya sekolah, membiayai keluarganya untuk berobat, untuk memperbaiki rumahnya dan lain-lain, untuk juga membentuk usaha. Sehingga dengan remitansi itu diharapkan bisa mendorong kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan dari keluarga pekerja migran. Karena remitansi dikirim dalam bentuk mata uang asing sehingga dia menambah cadangan devisa nasional," jelasnya.

Ia menambahkan, kontribusi remitansi pekerja migran terhadap devisa Indonesia tergolong besar.

"Maka sering kita dengar bahwa para pekerja migran adalah pahlawan ataupun pejuang devisa, karena kontribusinya secara ekonomi untuk peningkatan devisa itu adalah cukup besar, 11% dari cadangan devisa nasional itu berasal dari remitansi, berdasarkan data Bank Indonesia," lanjut dia.

Melalui program SMK Go Global, pemerintah menargetkan penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia hingga 2029. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses kerja ke luar negeri, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global, sekaligus memperkuat kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article RI-Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Siapkan Agenda Khusus


Most Popular
Features