Raja Muslim Ini Cinta Mati ke Trump, Abadikan Namanya di Jalan 1000 Km
Jakarta, CNBC Indonesia - Maroko secara resmi menamai salah satu jalan raya terbesarnya dengan nama Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Langkah ini dideskripsikan sebagai bentuk apresiasi mendalam atas peran Trump dalam memperkuat hubungan bilateral antara Washington dan Rabat.
Raja Mohammed VI menginformasikan kepada Trump melalui sebuah surat yang dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Moroccan News Agency (MAP), Minggu. Ia mengatakan bahwa Jalan Tol Tiznit-Dakhla sepanjang 1.055 kilometer (km) akan diubah namanya menjadi "Donald J. Trump Highway".
Dalam surat Mohammed menyampaikan bahwa hubungan kedua negara yang secara tradisional berakar pada persahabatan dan kesetiaan, kini menjadi sangat dinamis serta bermanfaat. Itu tak lain terjadi selama dua masa jabatan Trump
"Pengakuan bersejarah Anda, pada tahun 2020, atas kedaulatan Maroko atas Saharanya akan selamanya terukir dalam ingatan rakyat Maroko, dari satu generasi ke generasi berikutnya," bunyi suratnya, dikutip RT, Selasa (4/8/2027).
Trump sendiri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang raja melalui unggahan di platform Truth Social miliknya. Ia menggambarkan keputusan tersebut sebagai sebuah kehormatan besar dan menyatakan harapannya untuk dapat menyusuri seluruh rute jalan raya tersebut.
Perlu diketahui, jalan raya ini menghubungkan Tiznit di Maroko selatan dengan Dakhla di wilayah sengketa Sahara Barat, melewati rute Guelmim dan Laayoune di sepanjang pesisir Atlantik. Rabat menganggap Sahara Barat sebagai bagian dari teritorialnya dan mengambil alih kendali atas sebagian besar bekas koloni Spanyol tersebut setelah penarikan mundur Spanyol pada 1975, sementara Front Polisario yang didukung Aljazair berupaya mendirikan negara Sahrawi yang merdeka.
AS menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat pada masa jabatan pertama Donald di tahun 2020. Hubungan perdagangan kedua negara juga sangat kuat, di mana nilai ekspor AS ke Maroko dilaporkan Kantor Perwakilan Perdagangan ASÂ (USTR)Â mencapai US$ 5,50 miliar (Rp 88,00 triliun) pada tahun 2025.
Kritik Tajam
Keputusan penggantian nama jalan tol ini menuai kritik tajam dari Western Sahara Resource Watch, sebuah kelompok advokasi yang mendeskripsikan wilayah sengketa tersebut sebagai koloni terakhir di Afrika. Perwakilan kelompok tersebut, Roberto Cantoni, memberikan pernyataan kritis kepada surat kabar Spanyol, El Independiente.
"Langkah ini dimaksudkan bukan untuk mempromosikan perdagangan dengan AS, melainkan untuk melambungkan ego sang presiden," ujar Roberto.
Aljazair, yang secara tegas mendukung Front Polisario dan menolak usulan otonomi Rabat di bawah kedaulatan Maroko, belum memberikan tanggapan resmi mengenai penamaan jalan tersebut. Namun, harian Aljazair El Watan melontarkan tuduhan keras bahwa Maroko telah mengorbankan diplomasinya demi memberikan sanjungan kepada Trump.
Maroko adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Sekitar 99% penduduknya beragama Islam, mayoritas menganut Islam Sunni bermazhab Maliki.