Purbaya Dapat Kritik dari Ekonom Harvard, RI Dibilang Minim Inovasi

Ferry Sandy, CNBC Indonesia
Selasa, 04/08/2026 15:05 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). (Dok. Biro KLI kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan dirinya sempat mendapatkan kritik dari ekonom Harvard. Hal ini diungkapkannya dalam sambutan di GIIAS 2026, BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). Menurut ekonom Harvard, Indonesia tertinggal dalam penciptaan atau penemuan.

Menurutnya, hal ini karena banyak industri yang tidak mengetahui bahwa pemerintah selalu mendukung penciptaan teknologi. Bahkan, pemerintah memberikan insentif pajak bagi riset dan pengembangan di dalam industri.


"Kemarin saya dikritik oleh seorang ekonom dari Harvard katanya di Indonesia 'invention is very lacking'. Sekarang ada nggak insentif dari pemerintah kalau Anda melakukan riset?" ungkap Purbaya.

Pemerintah sebenarnya memberikan insentif pengurangan penghasilan bruto hingga 300% dari total biaya riil yang dikeluarkan untuk kegiatan riset tertentu di Indonesia. Hal ini sudah diatur dalam PP No. 45 Tahun 2019.

Purbaya pun mencontohkan produsen kendaraan yang mengembangkan mobil hidrogen di Indonesia dapat menerima dukungan pemerintah. Hal ini, kata Purbaya, juga merupakan bagian dari dukungan industri bagi perekonomian Indonesia.

"Are you developing any hydrogen cars in Indonesia? Bio? Oke, that's government police. Please support on that, ya, please support us on that ya," ujar Purbaya kepada produsen kendaraan di acara GIIAS.

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang terjaga, maka industri otomotif di Tanah Air juga akan terus maju.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: ACC-TAF Targetkan Pembiayaan Kendaraan Rp1,8 T di GIIAS 2026