MARKET DATA

Target Dana US$ 20 M, Hashim Jamin Investasi Thailand Aman di RI

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
04 August 2026 13:14
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo. (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Foto: Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo. (CNBC Indonesia Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo menilai Indonesia dan Thailand memiliki banyak kesamaan pengalaman dalam bidang ekonomi dan bisnis. Kesamaan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral.

Hashim mengatakan hubungan dagang Indonesia dan Thailand terus menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, kedua negara diperkirakan segera mencapai target perdagangan bilateral sebesar US$ 20 miliar.

"Saya rasa kita semua menantikan penguatan kerja sama kita. Saya mendapat informasi dari Yang Mulia Menteri Perdagangan Thailand, bahwa kita akan segera mencapai target bersama sebesar US$ 20 miliar perdagangan. Semoga kita dapat melampauinya," ujarnya dalam acara Indonesia-Thailand Business Forum di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Hashim mengenang krisis ekonomi Asia pada 1997 yang sempat mengguncang Indonesia dan Thailand. Menurutnya, dunia usaha di kedua negara pernah menghadapi tekanan berat, namun berhasil bertahan dan bangkit dari krisis.

"Dan kita melihat banyak dari mereka di sini hari ini. Perusahaan-perusahaan yang saya kenal, dari Bangkok Bank, tentu saja, Permata, Banpu, juga Charoen Pokphand, dan banyak lagi perusahaan Thailand lainnya yang telah bertahan dan tangguh," katanya.

Hashim menilai kesamaan tantangan yang dihadapi Indonesia dan Thailand tidak hanya terjadi pada masa lalu. Belakangan, kedua negara juga merasakan dampak gejolak global, termasuk gangguan pasokan energi akibat penutupan Selat Hormuz yang sempat memicu kenaikan harga energi dan komoditas.

"Kita berbagi nasib yang sama. Oleh karena itu, saya rasa ada lebih banyak dorongan bagi kita untuk berkolaborasi dan bekerja sama sehingga kita dapat melindungi diri kita dari guncangan eksternal," ujarnya.

Lebih lanjut, Hashim menegaskan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik karena konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Menurut dia, posisi tersebut membuat Indonesia terbuka bagi investor dari berbagai negara.

"Kita menyambut semua perusahaan dari semua negara di seluruh dunia untuk berinvestasi... hampir semua negara, hampir semua negara. Namun kita menyambut perusahaan dari Rusia, kita menyambut perusahaan dan investor dari Tiongkok, kita menyambut perusahaan Amerika, perusahaan Eropa, perusahaan Tiongkok, perusahaan Jepang, perusahaan Australia," ungkapnya.

Hashim juga menekankan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian usaha dan keamanan investasi bagi pelaku bisnis global.

"Dan kami dapat meyakinkan semua investor dan mitra dagang akan keandalan kami dan fakta bahwa investasi Anda aman. Investasi Anda aman dan akan selamanya aman di Indonesia," tegasnya.

Menurut Hashim, Indonesia merupakan tempat yang aman untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis. Pemerintah, kata dia, terus menjaga komitmen kepada investor di berbagai sektor, mulai dari industri ekstraktif, manufaktur, barang konsumsi, hingga sektor perbankan dan jasa keuangan.

"Saya berharap kunjungan Anda di sini terus sukses, Perdana Menteri, para tamu terhormat, dan kami menantikan kerja sama lebih lanjut serta diskusi dan pertemuan lebih lanjut di masa depan," tutupnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bikin PT Baru, Biayanya Naik hingga 233% Mulai 1 Agustus


Most Popular
Features