Media Asing Sorot Pagar Tinggi di Mal RI, Laporkan Potensi Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena pendirian pagar logam tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di Jakarta serta beberapa kota besar lainnya menarik perhatian media asing. Media Singapura, Channel News Asia (CNA) sebagaimana dikutip Selasa (4/8/2026), melaporkan bahwa langkah ini memicu "spekulasi di kalangan masyarakat terkait potensi demonstrasi dan kerusuhan, yang kemudian langsung ditanggapi oleh pihak berwenang dan pengelola bisnis".
Berdasarkan laporan media tersebut, dijelaskan bagaimana "pagar pembatas berbahan baja dengan tinggi mencapai dua hingga lima meter serta dilengkapi ujung berduri tajam telah dipasang di luar pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan bank BUMN di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, serta Surakarta dalam sepekan terakhir". Di ibu kota, mal seperti Kota Kasablanka, Blok M Plaza, dan FX Sudirman, serta beberapa bank BUMN di kawasan Slipi tercatat memasang pagar pelindung baja di sekitar area pintu masuk mereka.
Laporan media asing tersebut juga menyoroti diskusi daring yang mengaitkan "pemasangan pagar pelindung ini dengan kekhawatiran akan terulangnya gelombang protes berskala besar seperti yang terjadi di seluruh Indonesia pada Agustus 2025 lalu". Demonstrasi tahun lalu sempat memanas, memaksa penutupan sementara sejumlah mal, dan berujung pada kerusuhan mematikan yang memakan korban jiwa serta kerugian finansial hingga miliaran rupiah.
Meski begitu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bersama pihak kepolisian segera meredam spekulasi tersebut dengan meyakinkan para pelaku usaha dan masyarakat bahwa ibu kota tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Pramono mengakui adanya kekhawatiran dari sektor bisnis terhadap potensi kerusuhan berulang, namun ia mengimbau agar pelaku usaha tidak bereaksi berlebihan dan menghindari pemasangan penghalang yang justru dapat memicu kecemasan publik.
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya berkoordinasi dengan kepolisian, militer, dan instansi lain untuk menjaga Jakarta tetap aman," tegas Pramono Anung.
Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melalui Juru Bicara Budi Hermanto juga menegaskan bahwa tidak ada indikasi ancaman keamanan dalam waktu dekat maupun pemberitahuan resmi mengenai rencana demonstrasi. Tim preventif kepolisian telah dikerahkan dan patroli terus ditingkatkan di seluruh wilayah Jakarta hingga kawasan aglomerasi sekitarnya, termasuk Bekasi, Depok, dan Tangerang.
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menepis anggapan bahwa pemasangan pagar ini terkait dengan antisipasi kerusuhan susulan. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengklarifikasi bahwa tujuan utama pemasangan barikade tersebut adalah murni untuk menertibkan arus pejalan kaki yang keluar-masuk pusat perbelanjaan.
"Hal ini meminimalkan risiko keselamatan pengunjung dan memperbaiki kelancaran lalu lintas," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, turut membantah bahwa pemasangan pagar di properti mereka didorong oleh ketakutan akan adanya demonstrasi. Pagar tersebut, kata dia, "sama dengan fitur keamanan dasar layaknya di sebuah kawasan perumahan untuk menciptakan lingkungan yang tertib".
Menyusul imbauan persuasif dari Gubernur Pramono, beberapa pelaku usaha di Jakarta terpantau mulai membongkar kembali barikade pelindung mereka. Salah satunya adalah mal Kota Kasablanka di Jakarta Selatan, yang dilaporkan telah mencopot pagar logam setinggi 2,5 meter yang sempat menghalangi area akses pejalan kaki utama pada hari Senin.
(tps/sef)