Purbaya Ungkap BI, LPS-OJK Kompak Ramal Ekonomi Q2-2026 Kisaran 5,4%

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 03/08/2026 16:54 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah percaya diri pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 masih akan tumbuh cepat, meski sedikit di bawah realisasi pada kuartal I-2026 yang tumbuh 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).

Berdasarkan proyeksi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang tergabung di dalamnya Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuanga (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 akan di kisaran 5,4%.


"Kalau angka kita prediksi semua 4 lembaga kelihatannya di bawah 5,6% tapi enggak jauh dari 5,4% di kuartal II-2026," ucap Purbaya saat konferensi pers hasil rapat berkala KSS di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Purbaya, perlambatan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 disebabkan tingginya ketidakpastian ekonomi global, yang turut memengaruhi aktivitas perekonomian di dalam negeri.

Mulai dari tingginya harga komoditas minyak mentah atau energi secara umum, hingga volatilitas di pasar keuangan seperti nilai tukar maupun aliran modal asing yang keluar.

Meski begitu, Purbaya memastikan, setelah kuartal II berlalu dan kini memasuki periode semester II-2026, pemerintah sudah menyiapkan berbagai kebijakan yang ditujukan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi lebih cepat ke depannya, termasuk deretan insentif, dukungan belanja negara, kecukupan likuiditas di sistem finansial, maupun iklim investasi yang kondusif.

Ia memperkirakan, pada semester II-2026, secara agregat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa mencapai kisaran 5,6% sampai dengan 6%.

"Belanja di semester II akan lebih lancar dari sebelumnya, kita prediksi semester II tumbuh pulih 5,6%-6%," tegasnya.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: KSSK Jamin Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II-2026 Terjaga