Bos ALVA Buka Suara, Bilang Gini Soal Proyek Motor Listrik Nasional

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 03/08/2026 16:30 WIB
Foto: (Dua dari kiri) CEO Alva Purbaja Panja dalam diskusi dengan media di Tangerang, Senin (3/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana pengembangan motor listrik nasional terus mengemuka seiring dorongan pemerintah memperkuat industri kendaraan listrik dalam negeri. Namun, di balik besarnya potensi tersebut, pelaku industri masih menghadapi tantangan besar, terutama pada rantai pasok komponen strategis seperti baterai.

CEO Alva Purbaja Pantja mengatakan hingga saat ini Alva telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Meski demikian, ia menilai definisi mengenai motor nasional masih belum memiliki batasan yang jelas, termasuk industri pun belum mendapatkan komunikasi yang jelas.

"Kalau TKDN jelas, motor-motor kami semuanya sudah di atas 40%, sesuai dengan peraturan yang ada," kata Purbaja dalam diskusi dengan media, Senin (3/8/2026).


Tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan kandungan lokal, melainkan membangun industri komponen yang benar-benar mampu memasok kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia. Hal tersebut membutuhkan waktu karena ekosistem industri masih berada dalam tahap perkembangan.

Ia mencontohkan industri baterai yang mulai bermunculan di Indonesia. Namun, tidak semua produsen memiliki spesifikasi yang sesuai untuk kebutuhan sepeda motor listrik sehingga produsen masih harus melakukan seleksi berdasarkan kualitas, kapasitas produksi, hingga kebutuhan produknya.

"Yang menjadi tantangan itu tentunya keberadaan daripada produknya. Sekarang perusahaan baterai di Indonesia semakin banyak, tapi kita belum membedah itu buat motor atau buat mobil. Sebagian bisa bikin buat mobil tapi belum tentu bisa bikin buat motor, begitu juga sebaliknya," ujarnya.

Alva juga melihat lokalisasi tidak hanya bergantung pada kesiapan industri komponen, tetapi juga dipengaruhi oleh besarnya permintaan pasar. Semakin tinggi penjualan motor listrik, semakin besar pula insentif bagi produsen komponen untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

"Nah ini suatu lingkaran. Semakin banyak motor listrik yang beredar dan penjualannya semakin besar, seharusnya itu juga memberikan daya tarik buat industri komponen membangun pabrik di Indonesia. Menurut saya perkembangannya sudah positif dan kita berharap ini akan terus berlanjut sehingga ekosistem manufaktur motor listrik semakin lengkap," kata Purbaja.

PT. Ilectra Motor Group (IMG), selaku perusahaan yang menghadirkan lifestyle mobility solution melalui merek motor listrik ALVA. (Dok.Alva) Foto: PT. Ilectra Motor Group (IMG), selaku perusahaan yang menghadirkan lifestyle mobility solution melalui merek motor listrik ALVA. (Dok.Alva)

(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Gak Cuma Produksi Baterai Baru, IBC Bakal Daur Ulang Baterai EV