Petisi Tolak Wali Kota Muslim Zohran Mandani Tembus 70.000, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kontroversi menyelimuti Wali Kota New York City Zohran Mamdani. Bahkan ada petisi yang dikeluarkan untuk menolaknya dan ditanda-tangani 70.000 orang.
Lalu kenapa ini terjadi? Soal apa?
Mengutip RT Senin (3/8/2026), hal ini ternyata terkait rencana kehadiran Mamdani dalam peringatan 25 tahun tragedi serangan 11 September (9/11). Sebuah petisi yang digagas oleh sejumlah keluarga korban mendesak agar ia tidak menghadiri acara penghormatan tahunan tersebut.
Para penggagas petisi mengatakan penolakan mereka tidak didasarkan pada latar belakang agama Mamdani yang seorang Muslim. Melainkan pada pandangan politik serta dugaan hubungan yang dinilai kontroversial.
"Penolakan muncul karena sikap publik, hubungan, dan tanggapan terhadap retorika yang oleh banyak pihak dianggap bertentangan dengan nilai-nilai bersama yang menjadi simbol peringatan tragedi 9/11," tulis petisi itu.
Ya, sebenarnya tahun ini menjadi peringatan ke-25 serangan teroris 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 orang dan menghancurkan Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat (AS). Petisi yang diluncurkan bulan lalu itu telah melampaui 70.000 tanda tangan dan menyoroti hubungan Mamdani dengan Imam Brooklyn Siraj Wahhaj, serta penunjukan Ramzi Kassem yang sebelumnya pernah menjadi pengacara seorang terpidana kasus terorisme terkait Al-Qaeda.
Petisi juga mengungkit ayah Mamdani, Mahmood Mamdani. Mahmood sempat menulis buku "Good Muslim, Bad Muslim" pada 2004.
Dalam buku tersebut, Mahmood menyebut serangan 9/11 perlu dipahami sebagai bentuk kekerasan politik modern, bukan semata-mata dipandang sebagai tindakan barbar. Petisi turut menyinggung pernyataan Mamdani yang mengakui banyak pandangannya dipengaruhi oleh sang ayah.
Menanggapi petisi tersebut, Mamdani menilai gerakan itu merupakan upaya segelintir pihak untuk menghalanginya menghadiri peringatan 9/11. Ia mengatakan menghormati keluarga korban dan penyitas serta mengaku tak akan melupakan duka karena peristiwa itu.
"Saya akan dengan bangga menghormati keluarga korban, para penyintas, dan petugas tanggap darurat yang terdampak selamanya oleh serangan teror mengerikan itu dengan berdiri bersama mereka dalam peringatan 9/11 tahun ini, sembari menegaskan kembali bahwa kita tidak akan pernah melupakan hari penuh duka yang dirasakan oleh kita semua yang menjadikan kota ini sebagai rumah kita," tegasnya.
Di sisi lain, kelompok September 11th Families for Peaceful Tomorrows yang juga terdiri dari keluarga korban menyatakan dukungan kepada Mamdani. Mereka mengecam petisi tersebut karena dinilai mengandung sentimen Islamofobia dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap wali kota New York itu.
Kelompok pendukung tersebut diketahui menerima hibah lebih dari US$500.000 (sekitar Rp9 miliar) dari Soros Foundation dalam kurun sekitar satu dekade terakhir. Dana tersebut disebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi.
Kontroversi ini juga terjadi di tengah memanasnya hubungan Mamdani dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Ketegangan meningkat setelah Mamdani menyatakan Netanyahu berpotensi ditangkap atas tuduhan kejahatan perang jika berkunjung ke New York. Netanyahu kemudian menuding Mamdani berpihak kepada Iran dan menyebut sikapnya sebagai bentuk "sinisme moral" yang tidak masuk akal.
(tfa/sef)