MARKET DATA
INTERNASIONAL

AS-Iran Masuk Babak Baru, Trump Batalkan Serangan Terbesar Sejak PD 2

sef,  CNBC Indonesia
03 August 2026 13:00
Presiden AS Donald Trump berbicara tentang keamanan pemilu selama pidato kenegaraan dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 16 Juli 2026. (SAUL LOEB/Pool via REUTERS)
Foto: (SAUL LOEB/Pool via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa pembicaraan dengan Iran akan dimulai pada Senin (3/8/2026), setelah dirinya memutuskan membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Teheran. Langkah ini kembali memunculkan harapan tercapainya solusi diplomatik di tengah konflik yang selama berbulan-bulan mengguncang pasar energi global.

"Yang kami lakukan sekarang adalah berbicara melalui jalur negosiasi. Pembicaraan dimulai besok sore," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, tanpa mengungkapkan lokasi maupun siapa saja yang akan mengikuti perundingan tersebut, dikutip CNBC International, Senin (3/8/2026).

Ia hanya mengatakan keputusan membatalkan serangan diambil setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Iran. Trump juga menyebut kesepakatan terkait Selat Hormuz dan program nuklir Iran sudah "hampir tercapai".

Sehari sebelumnya, Trump sempat menyatakan AS siap melancarkan operasi militer. Bahkan, ia sesumbar serangan terbesar sejak Perang Dunia II (PD 2) terhadap Iran.

Selat Hormuz menjadi salah satu fokus utama pembicaraan. Jalur pelayaran strategis tersebut sebelumnya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, di mana aktivitas kapal menurun drastis sejak perang pecah akibat tingginya risiko keamanan. 

Optimisme terhadap jalur diplomasi langsung menekan harga minyak dunia. Harga minyak Brent turun 4,6% menjadi sekitar US$83,96 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) merosot sekitar 4,7% ke US$80,60 per barel.

Meski demikian, risiko keamanan di kawasan masih tinggi. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan di dekat perairan timur laut Khasab, Oman, yang berada di pintu masuk Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, ledakan terjadi sekitar 20 mil laut dari Khasab. Awak kapal dilaporkan selamat dan otoritas setempat masih menyelidiki insiden tersebut. UKMTO juga mengimbau seluruh kapal yang melintas di kawasan itu agar tetap berhati-hati.

Mediasi?

Di sisi lain, upaya mediasi juga terus berlangsung. Berdasarkan laporan Associated Press yang mengutip pejabat regional, proposal terbaru mencakup kembalinya AS dan Iran ke meja perundingan untuk menyelesaikan sejumlah isu yang selama ini menghambat kesepakatan.

Proposal tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian serangan di kawasan, termasuk serangan kelompok-kelompok yang didukung Iran terhadap negara-negara Teluk Arab dan Yordania.

Sebagai imbalannya, AS disebut akan mengakhiri blokade laut terhadap Iran dan kembali mengizinkan ekspor minyak Iran. Namun hingga kini belum ada kesepakatan final yang dicapai.

Selain jalur negosiasi dengan Washington, Iran juga dilaporkan hampir mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan baru lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut laporan Financial Times, pembicaraan antara Teheran dan Muscat telah memasuki tahap akhir. Iran menyebut rute pelayaran yang akan digunakan nantinya berbeda dengan jalur sebelum perang, meski pengaturan tersebut terpisah dari keputusan mengenai pembukaan atau penutupan Selat Hormuz secara penuh.

Jika kesepakatan berhasil dicapai, langkah tersebut dinilai dapat mengurangi risiko eskalasi konflik. Ini sekaligus membantu memulihkan arus perdagangan dan pasokan energi global.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Buka Pintu Lebar-Lebar Buat Iran Setelah Gencatan Senjata Gagal


Most Popular
Features