MARKET DATA

Batu Bara & CPO Jadi Penyelemat Ekspor RI di Juli 2026

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
03 August 2026 11:42
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia Juni 2026 mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84% dibanding ekspor Juni 2025. Ekspor nonmigas Juni 2026 mencapai US$24,39 miliar atau naik 9,46% dibanding Juni 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono mengungkapkan ekspor migas mencapai US$ 1,07 miliar atau turun 3,78%.

"Kenaikan ekspor Juni 2026 secara tahunan (yoy) terutama didorong ekspor nonmigas pada komoditas bahan bakar mineral naik 49,67% volume naik 15,34%. Nikel naik 69,30% sedangkan volume turun 12,14%. Minyak lemak hewan dan nabati nilai naik 10,45% volume turun 7,09%," kata Ateng, dalam rilis BPS, Senin (3/8/2026).

Perkembangan ekspor nonmigas Indonesia pada Juni 2026 sektor pertanian, kehutanan perikanan kontribusi US$ 0,49 miliar. Sementara itu, sektor pertambangan tercatat sebesar US$ 3,03 miliar dan pengolahan US$ 20,88 miliar.

"Sektor pertanian turun 11,36% secara tahunan dengan andil 1,21%, utamanya disebabkan penurunan nilai ekspor komoditas kopi, buah buahan, tanaman obat, aromatik rempah-rempah, cengkeh," kata Ateng.

Lebih lanjut, BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar atau naik 4,13% dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$134,58 miliar naik 4,90%.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BPS Umumkan Ekspor RI US$25,46 miliar pada Juni 2026, Naik 8,84%


Most Popular
Features