Uang Sekolah SD & TK Kerek Inflasi Inti 0,14% di Juli 2026

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 03/08/2026 11:40 WIB
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat deflasi month-to-month (m-to-m) pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,14%. Penyumbang inflasi ini adalah kelompok makanan minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,89%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono mengungkapkan secara komponen, komponen inti dan harga diatur pemerintah inflasi keduanya mengalami inflasi. Hanya, komponen harga bergejolak yang mengalami deflasi.


"Deflasi Juli 2026 didorong komponen bergejolak. Komponen bergejolak deflasi 1,68% Komponen ini andil 0,28%," papar Ateng dalam rilis BPS, Senin (3/8/2026).

Komoditas dominan yang memberikan andil deflasi terutama bawang merah, cabe merah, rawit, tomat, jeruk, semangka, telur ayam ras, dan sawi hijau.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi 0,14% dengan andil inflasi 0,09%, dan komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,25% dengan andil inflasi 0,05%.

"Komoditas dominan inflasi adalah biaya sekolah dasar, sepeda motor, oli mesin, biaya TK, telepon seluler," ujarnya.

Menurut Ateng, di masa tahun ajaran baru ini, kelompok pendidikan mengalami inflasi tetapi tidak memberikan andil signifikan a.l. biaya sekolah SMP, biaya kuliah, biaya sekolah SMA, KB, PAUD, kursus bahasa asing dan kursus matematika. Sementara itu, deflasi kelompok bensin memberikan andil bagi inflasi di harga yang diatur pemerintah.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Bawang - Emas Turun, RI Alami Deflasi 0,14% (mtm) di Juli