Internasional

Mangrove Buat Geger India, Terancam 'Digilas' Pembangunan Kota

tps, CNBC Indonesia
Kamis, 30/07/2026 21:40 WIB
Foto: Gedung-gedung tinggi di Mumbai, India. (REUTERS/Francis Mascarenhas/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Kota Mumbai meluncurkan serangkaian proyek infrastruktur raksasa demi meningkatkan konektivitas dan mengurai kemacetan lalu lintas di pusat keuangan India tersebut. Namun, pembangunan jalan pesisir pantai (coastal road) baru sepanjang 26 km diprediksi bakal membabat sekitar 45.000 pohon bakau atau mangrove.

Mengutip laporan Channel News Asia (CNA), Kamis (30/7/2026), ancaman pembabatan ini memicu kekhawatiran besar dari para aktivis lingkungan dan warga setempat. Penghilangan puluhan ribu pohon mangrove tersebut dinilai bakal melenyapkan benteng pertahanan alami kota dari ancaman banjir gelombang pasang, luapan air laut, serta dampak perubahan iklim.

Setiap musim monsun, hujan lebat rutin merendam wilayah Mumbai hingga melumpuhkan aktivitas harian warga. Urbanisasi yang sangat pesat selama puluhan tahun tidak diimbangi oleh perbaikan infrastruktur drainase, sementara lokasi pesisir yang rendah membuat kota ini amat rentan terhadap kenaikan permukaan laut.


"Mumbai adalah kota kepulauan yang diciptakan dari lahan reklamasi, sehingga laut selalu menekan dan mengikis daratan. Hutan mangrove menjadi benteng pertahanan alami terhadap gelombang pasang ini. Ketika perubahan iklim meningkatkan permukaan laut, tekanan air juga meningkat, dan mangrove adalah hal yang menahan kehancuran tersebut," terang Direktur Kelompok Lingkungan Vanashakti, Stalin Dayanand.

Skema Penanaman Kompensasi dan Langkah Pemerintah

Pengadilan Tinggi Bombay telah memerintahkan penanaman kompensasi sebanyak sekitar 174.000 pohon mangrove baru untuk menggantikan tanaman yang terdampak proyek. Penanaman kembali tersebut akan dilangsungkan di beberapa lokasi, termasuk di sepanjang jalur jalan tol baru setelah proses konstruksi selesai.

Pemerintah Negara Bagian Maharashtra menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan kebutuhan konservasi lingkungan dengan pembangunan infrastruktur kota. Otoritas setempat bahkan telah membentuk unit khusus Mangrove Cell sejak 2012 untuk melindungi, mengonservasi, memulihkan area yang rusak, serta melakukan patroli pencegahan penyerobotan lahan.

"Otoritas perencana telah berjanji untuk menanam tiga hingga lima kali lipat jumlah mangrove yang akan ditebang. Pada akhirnya, hasil bersihnya adalah peningkatan tutupan mangrove di kota dan negara bagian yang mencerminkan pembangunan berkelanjutan," tegas Anggota Dewan Legislatif Maharashtra, Ameet Satam.

Kritik Aktivis Lingkungan dan Hilangnya Ekosistem

Para kritikus dan aktivis lingkungan menilai bahwa menanam mangrove baru tidak bisa secara instan menggantikan fungsi hutan mature yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh sempurna. Selama proses pertumbuhan tersebut, ekosistem satwa liar terancam lenyap dan mata pencaharian komunitas nelayan lokal berpotensi terganggu secara drastis.

Data estimasi menunjukkan bahwa sekitar 40% hutan mangrove di Mumbai telah hilang antara tahun 1991 hingga 2001 akibat percepatan laju urbanisasi. Dayanand menilai proyek infrastruktur sebetulnya bisa dirancang melintasi jalur atas atau bawah tanah untuk meminimalkan kerusakan, meski membutuhkan biaya yang sedikit lebih mahal.

Para pakar menambahkan bahwa perlindungan mangrove saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan masalah banjir kronis di Mumbai. Penyelamatan hutan mangrove harus disertai dengan modernisasi sistem drainase kota, penataan ruang urban yang lebih baik, serta penerapan langkah-langkah adaptasi iklim yang komprehensif.


(tps/tps)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menteri Jumhur Ajak Pengusaha - Masyarakat Untuk Tobat Ekologis