Raksasa Otomotif PHK 9.000 Orang, Tumbang karena China & Mobil Listrik
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen mobil mewah asal Jerman, Porsche, akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja atau hampir seperlima dari total karyawannya hingga 2035. Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran di tengah anjloknya permintaan di pasar China serta melambatnya transisi ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Mengutip Reuters, Selasa (28/7/2026), Porsche dan perwakilan serikat pekerja telah mencapai kesepakatan untuk menghapus tambahan 5.000 posisi melalui skema pensiun alami dan program pengunduran diri sukarela. Sehingga, tidak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara paksa.
Pemangkasan terbaru ini melengkapi program efisiensi sebelumnya, 3.900 pengurangan tenaga kerja yang disepakati pada Februari 2025 dan 500 posisi lainnya, yang diumumkan CEO Michael Leiters tahun ini seiring penutupan sejumlah anak usaha.
Secara total, Porsche akan memangkas sekitar 9.000 pekerjaan dari jumlah karyawan yang mencapai sekitar 42.600 orang pada akhir 2024.
Michael Leiters, yang mulai menjabat sebagai CEO awal tahun ini, mendapat tugas untuk membenahi kinerja Porsche setelah penjualannya di China-yang selama bertahun-tahun menjadi pasar paling menguntungkan-anjlok tajam. Di saat yang sama, strategi kendaraan listrik perusahaan juga belum berjalan sesuai harapan.
Analis otomotif dari Metzler Bank, Daniel Schwarz, menilai langkah tersebut sulit dihindari. "Pemangkasan ini sejalan dengan penurunan volume penjualan. Langkah tersebut tidak terelakkan untuk menekan biaya karena pasar China diperkirakan tidak akan kembali tumbuh kuat dalam waktu dekat," katanya.
Porsche bukan satu-satunya produsen mobil Jerman yang melakukan efisiensi. Mercedes-Benz dan BMW juga tengah memangkas biaya operasional di tengah persaingan yang semakin ketat dengan produsen mobil asal China serta dampak tarif impor yang tinggi di sejumlah pasar.
Meski memangkas ribuan pekerjaan, Porsche tetap berkomitmen mempertahankan operasional pabriknya hingga akhir 2035. Perusahaan juga akan menggelontorkan investasi sebesar €2,1 miliar untuk pabrik utama di Stuttgart-Zuffenhausen dan pusat riset serta pengembangan di Weissach.
Restrukturisasi Porsche merupakan bagian dari langkah yang lebih luas di Grup Volkswagen. CEO Volkswagen Oliver Blume disebut mendorong pemangkasan hingga 100.000 tenaga kerja di seluruh grup agar perusahaan tetap kompetitif menghadapi ekspansi agresif produsen mobil China ke pasar Eropa.
Blume juga sebelumnya memperingatkan bahwa empat pabrik Volkswagen, termasuk satu fasilitas milik merek premium Audi, berisiko ditutup setelah 2030 jika kondisi pasar tidak membaik.
(sef/sef) Add
source on Google