Bandara Lumpuh Total Dihantam Badai Raksasa, Ratusan Penerbangan Batal
Jakarta, CNBC Indonesia - Topan Noul resmi menerjang daratan (landfall) wilayah China selatan, termasuk Hong Kong, pada Minggu (26/8/2026) dini hari waktu setempat. Terjangan badai yang membawa angin kencang dan curah hujan tinggi ini memaksa ratusan ribu warga dievakuasi serta memicu pembatalan massal moda transportasi.
Pusat Meteorologi Nasional China mencatat Topan Noul menghentak pesisir Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, Provinsi Guangdong pada Minggu sekitar pukul 03.50 waktu setempat, dikutip dari CBC News.
Observatorium Hong Kong melaporkan bahwa sebelum mendarat, badai ini mengalami penguatan signifikan di Laut China Selatan pada Sabtu dengan kecepatan angin maksimum menembus 90 mph (sekitar 145 km/jam) di dekat pusatnya.
Meski dilaporkan mulai melemah secara bertahap saat bergerak ke pedalaman Guangdong pada hari Minggu, ancaman angin kencang dan hujan lebat masih membayangi kawasan tersebut.
Evakuasi Massal, Pesawat-Kereta Lumpuh Total
Dampak dahsyat Noul melumpuhkan sejumlah sektor vital di kawasan China selatan. Stasiun televisi pemerintah CCTV melaporkan lebih dari 340.000 orang di Provinsi Guangdong telah direlokasi ke tempat aman hingga Sabtu (26/7) siang.
Laporan China News Service mengonfirmasi seluruh perjalanan kereta api di Provinsi Guangdong dibatalkan untuk jadwal hari Minggu.
Berdasarkan data situs resmi Bandara Hong Kong, lebih dari 150 penerbangan dibatalkan sepanjang Sabtu dan Minggu, dengan potensi bertambahnya jumlah jadwal yang terdampak. South China Morning Post melaporkan, ada 700 penerbangan yang dibatalkan pada Minggu.
Observatorium akan mempertimbangkan untuk menurunkan sinyal badai dari No. 8 menjadi No. 3 antara pukul 12.00 siang hingga 14.00 seiring menjauhnya Topan Noul dari Hong Kong, dikutip dari South China Morning Post.
"Noul bergerak secara stabil menuju wilayah pedalaman Guangdong, mulai menjauhi Hong Kong sembari terus melemah. Kendati demikian, angin kencang dari arah barat daya sesekali masih berdampak pada sebagian wilayah perairan lepas pantai dan dataran tinggi [Hong Kong]," ujar pihak prakirawan cuaca.
Dampak Regional: Dari Hong Kong hingga Taiwan
Di Hong Kong, kepungan angin kencang memicu insiden runtuhnya perancah (scaffolding) berukuran besar di sebuah gedung pencakar langit pada Sabtu sore. Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Badan Meteorologi Pusat Taiwan melaporkan bahwa pergerakan badai di perairan selatan pada Sabtu melontarkan curah hujan tinggi ke wilayah selatan dan timur Taiwan sebelum akhirnya bergerak menjauh.
China Diberondong Badai Bertubi-tubi
Ancaman cuaca ekstrem yang dibawa Noul menambah panjang rentetan bencana badai tropis yang menghantam China sepanjang bulan ini.
Sebelumnya, Topan Maysak lebih dulu menerjang China selatan pada 3 Juli. Disusul oleh Topan Bavi pada 11 Juli lalu yang menghantam China timur dan memicu evakuasi masif hingga lebih dari 2 juta jiwa.
Pusat Meteorologi Nasional China memproyeksikan cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang masih akan menyelimuti sebagian Guangdong selatan dan Fujian tenggara sepanjang akhir pekan.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]