CLOSE AD
MARKET DATA

Penjualan Rumah Subsidi Anjlok, Menteri Ara Buka-Bukaan Masalah Izin

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
23 July 2026 19:55
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar.
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merespons penurunan penjualan rumah subsidi pada semester I-2026 yang sebelumnya dikeluhkan kalangan pengembang. Menurutnya, berbagai tantangan masih dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut, tetapi pemerintah tetap optimistis target penyaluran rumah subsidi tahun ini dapat dikejar.

"Kita tentunya ada tantangan-tantangan ya, soal misalnya perizinan dan sebagainya. Tapi sudah dibantu Pak Nusron (Menteri ATR/BPN) dan Mendagri dengan cepat. Saya masih optimistis ya, karena minggu depan saja (peresmian) 62.000 (unit), Desember 71.000 (unit)," kata Maruarar di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kamis (25/7/2026).

"Tantangan selalu ada, tapi bagaimana kita bekerja keras mencari solusi dan sama-sama saling bantu. Enggak mungkin enggak ada tantangan, dan saya mohon maaf mungkin masih banyak kekurangan yang harus kita perbaiki ke depan," lanjutnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah data penjualan rumah subsidi pada semester pertama tahun ini menunjukkan pelemahan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di tengah perlambatan itu, pemerintah menilai penyelesaian hambatan di lapangan menjadi salah satu fokus agar penyaluran rumah subsidi kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Menanggapi usulan pengembang agar harga rumah subsidi dinaikkan hingga 15% akibat melonjaknya biaya material, Maruarar mengatakan pemerintah masih menunggu penyampaian resmi dari asosiasi sebelum mengambil keputusan.

"Saya sudah minta para ketua umum untuk ketemu sama saya untuk menyampaikan secara resmi saran-saran dan aspirasinya. Saya masih tunggu itu," ujarnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Kamis (23/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Kamis (23/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Kamis (23/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Sejauh ini, pemerintah belum memutuskan apakah harga rumah subsidi akan mengalami penyesuaian. Kementerian PKP memilih mengkaji seluruh masukan dari pelaku usaha sebelum menentukan langkah berikutnya.

"Kita tunggu saja dulu ya, kita pelajari. Saya sudah minta dari mereka sudah cukup lama untuk nanti ketemu sama saya," katanya.

Adapun realisasi penjualan rumah subsidi sepanjang semester I-2026 mencapai 91.531 unit, turun 24,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 120.976 unit. Menurut APERSI, penurunan dipicu kombinasi kendala perizinan, kenaikan harga material, keterbatasan lahan akibat kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), melemahnya daya beli masyarakat, hingga proses persetujuan kredit yang terkendala Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Pelaku usaha juga menilai perlambatan semakin terasa memasuki triwulan II hingga akhir semester I. Kondisi tersebut mendorong asosiasi pengembang mengusulkan penyesuaian harga rumah subsidi agar proyek tetap layak secara ekonomi di tengah kenaikan biaya pembangunan.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penjualan Rumah Subsidi Turun 24%, Penyebabnya Banyak-Termasuk SLIK


Most Popular
Features