Lengkap! Ini "Suara" RI dalam Pertemuan Menlu ASEAN di Filipina
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menegaskan ASEAN harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kawasan. Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers' Meeting (AMM) and Related Meetings di Manila, Filipina, pada 21-24 Juli 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela. Menurut dia, Indonesia kembali menekankan pentingnya ASEAN menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kawasan.
"Dalam pertemuan AMM kali ini, Bapak Menteri Luar Negeri kembali menegaskan mengenai pentingnya kemampuan ASEAN dalam memberikan hasil nyata bagi masyarakat dan stabilitas di kawasan," ujar Nabyl dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Salah satu agenda utama yang didorong Indonesia adalah percepatan penyelesaian Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan. Menurut Nabyl, ASEAN terus mengupayakan agar perundingan COC dapat dirampungkan pada tahun ini secara efektif, substantif, dan tetap berlandaskan hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Selain isu keamanan kawasan, Indonesia juga mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum untuk memperkuat koordinasi perlindungan warga negara ASEAN di luar negeri.
"Pertimbangannya adalah mengingat semakin tingginya mobilitas dari warga negara ASEAN, kompleksitas kasus-kasus kekonsuleran yang terjadi, serta banyaknya konflik di kawasan," kata Nabyl.
Ia menjelaskan, tidak semua negara ASEAN memiliki kapasitas jaringan perwakilan maupun infrastruktur digital yang setara sehingga kemampuan merespons krisis juga berbeda. Melalui forum tersebut, koordinasi antar kementerian luar negeri di bidang konsuler diharapkan semakin kuat sehingga negara-negara anggota dapat saling mendukung dalam menangani berbagai kasus yang melibatkan warga negaranya.
Dalam sesi retreat, Indonesia juga mendorong ASEAN memperkuat ketahanan pangan dan energi, menjaga kelancaran rantai pasok, serta meningkatkan kesiapsiagaan kawasan menghadapi berbagai gangguan yang berpotensi mengancam stabilitas regional.
Rangkaian AMM turut diisi dengan Post Ministerial Conference antara ASEAN dan para mitra dialog, antara lain India, Kanada, Amerika Serikat (AS), China, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Australia, Uni Eropa, dan Inggris. Di sela-sela pertemuan, Sugiono juga menggelar pertemuan bilateral dengan Korea Selatan dan Palestina, serta melakukan sejumlah pertemuan singkat di sela-sela agenda utama dengan Singapura dan Australia.
AMM tahun ini juga menghasilkan perluasan kemitraan ASEAN. Turki resmi menjadi Mitra Wicara ASEAN, sementara Jerman dan Qatar memperoleh status Mitra Wicara Sektoral. Menurut Nabyl, penambahan mitra tersebut diharapkan memperkuat kapasitas ASEAN dalam menjalankan berbagai program kerja serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara mitra.
(luc/luc) Add
source on Google