8 Photos
Potret 600 Truk Terdampar di Perbatasan Negara, Sopir Pusing
Sekitar 600 truk masih terdampar di provinsi Mendoza, Argentina akibat badai salju menghalangi perlintasan internasional.
Foto udara menampilkan truk-truk yang terpakir saat para pengemudi truk menunggu perlintasan perbatasan Cristo Redentor antara Argentina dan Chile dibuka kembali setelah hujan salju lebat memaksa penutupannya, di Uspallata, provinsi Mendoza, Argentina, Rabu (22/7/2026). (REUTERS/Maximiliano Rios)
Sekitar 600 truk masih terdampar di provinsi Mendoza, Argentina, dekat perbatasan dengan Chile, setelah badai salju menghalangi perlintasan internasional Cristo Redentor selama hampir seminggu. (REUTERS/Maximiliano Rios)
Diktuip dari Reuters, ratusan truk tersebut terpakir pada area kontrol terpadu, tempat para pengemudi dapat dengan aman menunggu pihak berwenang untuk membuka kembali jalur pegunungan tersebut. (REUTERS/Maximiliano Rios)
Para pengemudi truk, yang membawa barang dari Argentina, Brasil, dan negara-negara lain di kawasan itu, menerima makanan dan air dari Gendarmerie Nasional Argentina dan serikat pengemudi truk saat mereka menunggu. (REUTERS/Maximiliano Rios)
"Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu, banyak orang dari Brasil dan Argentina, rekan-rekan saya. Kami hanya harus tinggal di sini, tidak ada pilihan lain. Kami tenang dan memiliki banyak keyakinan, dan kami bersyukur karena setidaknya kami memiliki stasiun layanan, YPF (Yacimientos Petrolíferos Fiscales, perusahaan minyak milik negara Argentina), tempat kami memiliki air panas. Serikat pengemudi truk mengirimkan makanan kepada kami setiap hari dan membawakan kami air" kata Ricardo Vina, sopir truk asal Argentina. (REUTERS/Maximiliano Rios)
Menurut media lokal, akumulasi ketebalan salju mencapai tiga meter di daerah tersebut dan memblokir beberapa jalan raya di Mendoza, sebuah provinsi di Pegunungan Andes sekitar 1.100 kilometer (683 mil) dari Buenos Aires. Prakiraan cuaca menyebutkan salju dan suhu rendah dapat berlanjut selama 14 hari lagi. (REUTERS/Maximiliano Rios)
“Masalahnya adalah badai salju di atas sana, karena tidak ada yang bisa naik. Sopir dibayar berdasarkan komisi, tergantung berapa banyak mereka bekerja. Ketika kami berhenti, kami tidak dibayar, “saya sudah berada di sini selama dua minggu. Cuaca dingin adalah pengalaman baru bagi saya, dan saya mengalaminya bersama suami saya” ungkap sopri truk asal Brasil, Liliane Salvador. (REUTERS/Maximiliano Rios)
source on Google