RI Genjot Realisasi Investasi Rp37,1 T, Batang Jadi 'The New Shenzhen'

chd, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 08:15 WIB
Foto: Industropolis Costal Rest Area. (Dok. KEK Batang)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Fujian, China, sepakat mempercepat implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) melalui penyusunan daftar proyek dan sektor prioritas yang lebih konkret. Langkah ini diharapkan menjadi katalis baru masuknya investasi China, khususnya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang yang diproyeksikan sebagai "Shenzhen-nya Indonesia".

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Gubernur Provinsi Fujian Zhao Zenglian di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah ingin mempercepat realisasi proyek-proyek strategis dalam kerangka TCTP guna memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-China melalui peningkatan investasi, perdagangan, dan pengembangan industri.


"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengembangan KEK Industropolis Batang yang telah diresmikan sejak 20 Maret 2025, sebagai Shenzhen-nya Indonesia, diharapkan dapat segera diwujudkan. Salah satunya melalui percepatan implementasi berbagai proyek konkret dalam kerangka program TCTP," kata Airlangga.

Airlangga juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Fujian yang selama ini menjadi salah satu mitra utama Indonesia dalam pengembangan kerja sama industri dan investasi.

Dalam skema TCTP, Indonesia dan China telah membangun berbagai kolaborasi antara kawasan industri, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha kedua negara. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 30 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun.

Pemerintah berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada tahap penandatanganan, melainkan segera berlanjut ke tahap implementasi proyek yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru di kedua negara.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Fujian Zhao Zenglian menyampaikan komitmen pemerintahannya untuk mempercepat realisasi program TCTP. Menurutnya, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, identifikasi proyek prioritas, serta penyusunan langkah tindak lanjut menjadi kunci agar kerja sama berjalan lebih efektif.

"Kami siap untuk bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong perkembangan kawasan dalam program TCTP dan berkomitmen untuk mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan bersama dengan Provinsi Fujian," ujar Zhao.

Selain pengembangan proyek investasi, kedua negara juga terus memperkuat ekosistem pendukung TCTP melalui fasilitasi perdagangan, koordinasi kepabeanan, peningkatan kelancaran arus barang, hingga perluasan akses pasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan-kawasan yang masuk dalam program TCTP.

Kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk mempercepat penyusunan masterplan implementasi TCTP sebagai panduan pengembangan kerja sama ke depan.

Sebagai penutup pertemuan, Zhao turut menyampaikan undangan resmi kepada Airlangga untuk menghadiri China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) 2026 yang akan digelar di Kota Xiamen pada 8 September 2026. CIFIT merupakan salah satu pameran investasi terbesar di dunia yang berfokus pada promosi investasi dan perdagangan internasional.

Kerja sama TCTP sendiri menjadi salah satu proyek unggulan hubungan ekonomi Indonesia-China yang diharapkan mampu menarik investasi manufaktur, memperkuat rantai pasok industri, dan mempercepat transformasi kawasan industri strategis nasional, termasuk KEK Industropolis Batang yang tengah dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: RI Mau Bangun 'Dubai' Baru, Karpet Merah Bagi Crazy Rich