FOTO Internasional

Potret Malapetaka 'Bak Neraka' Prancis: Pemukiman Hangus-Mobil Gosong

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 06:40 WIB

Aktivis Filipina bentrok dengan polisi saat memprotes kunjungan Menlu AS Marco Rubio di Manila, bertepatan dengan pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.

1/7 Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van yang terbakar di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Sebuah rumah dan sebuah van tampak hangus terbakar di kawasan Cotignac, Departemen Var, Prancis tenggara, Rabu (22/7/2026), setelah kebakaran hutan melanda lereng-lereng berhutan di wilayah tersebut. Bencana yang diperparah oleh kondisi kekeringan pascagelombang panas itu meninggalkan jejak kehancuran, sementara ratusan warga yang telah dievakuasi masih belum diizinkan kembali ke rumah karena petugas pemadam kebakaran terus mengamankan area terdampak. (REUTERS/Manon Cruz)

2/7 Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van yang terbakar di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Kebakaran yang mulai terjadi sejak Selasa (21/7) di Departemen Var itu telah menghanguskan sekitar 2.500 hektar vegetasi. Sebanyak 300 hingga 400 warga dari sejumlah komunitas, termasuk Correns, Cotignac, dan Montfort, terpaksa dievakuasi demi keselamatan. (REUTERS/Manon Cruz)

3/7 Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van yang terbakar di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Meski upaya pengendalian menunjukkan kemajuan, sejumlah titik api masih terdeteksi pada Rabu sehingga operasi pemadaman dan pengamanan terus berlangsung. (REUTERS/Manon Cruz)

4/7 Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van yang terbakar di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Prefek Var, Simon Babre, mengatakan warga belum diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing karena masih adanya titik api dan pertimbangan keselamatan. (REUTERS/Manon Cruz)

5/7 Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van yang terbakar di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Menurut Babre, kebakaran tersebut hanya menyebabkan cedera ringan. Hingga kini tercatat empat kasus akibat menghirup asap, masing-masing dialami oleh dua petugas pemadam kebakaran dan dua warga dari Pontevès. Wilayah Eropa Selatan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi musim kebakaran hutan yang semakin parah.  (REUTERS/Manon Cruz)

6/7 Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van yang terbakar di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Para ilmuwan mengaitkan kondisi ini dengan perubahan iklim yang memicu cuaca lebih panas dan kering di kawasan Mediterania, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran besar. (REUTERS/Manon Cruz)

7/7 Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van yang terbakar di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Sementara itu, tim darurat tetap disiagakan di seluruh area terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar dan memastikan proses pengamanan berjalan hingga situasi benar-benar terkendali. (REUTERS/Manon Cruz)

Add as a preferred
source on Google