Wali Kota Muslim New York Serang Nenanyahu, Tegas Sebut Pejahat Perang
Jakarta, CNBC Indonesia - Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani mengunggah video terbaru terkait pandangannya ke Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Melalui akun X, ia menegaskan kembali bahwa Netanyahu adalah penjahat perang.
"Benjamin Netanyahu adalah seorang penjahat perang," tegasnya dalam video berdurasi 2 menit, yang dilihat CNBC Indonesia, Rabu (22/7/2026).
"Arsitek dari genosida yang mengerikan ke warga palestina," ujarnya.
Menurutnya, Netanyahu bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 73.000 orang. Ia membuat cacat 10 ribu anak-anak di mana yang bertahan harus diamutasi tanpa anestesi.
Dikatakannya pula bagaimana Netanyahu menargetkan rumah sakit bayi dan persalinan, bahkan, tak membiarkan bayi baru lahir untuk hidup. Ia juga tambahnya, bertanggung jawab pada penembakan ratusan pekerja kemanusiaan hingga jurnalis, di mana menurut laporan PPB bulan lalu, anak-anak masih jadi target serangan Israel.
"Hingga delapan bulan gencatan senjata, daftar-daftar itu masih terus terjadi," katanya.
"Sementara semua itu terjadi, kita sebagai warga Amerika yang membayar bom-bom yang dipakai untuk membunuh," ujarnya.
Karenanya tegas Mamdani, ada alasan mengapa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan perintah penangkapan ke Netanyahu. Karenanya ia mengatakan dirinya setuju dengan penangkapan tersebut.
Meski demikian, Mamdani mengakui bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan hukum untuk menangkap Netanyahu apabila berkunjung ke Kota New York. Ia mengatakan pemerintah kota telah meninjau seluruh jalur hukum yang memungkinkan untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan namun hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak memiliki otoritas untuk melakukannya.
"Pemerintahan saya telah meninjau setiap jalur yang tersedia berdasarkan hukum yang berlaku untuk menentukan apakah Kota New York dapat mengeksekusi surat perintah penangkapan ICC jika Benjamin Netanyahu datang ke sini," jelasnya.
"Jelas bahwa kami tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk menegakkan surat perintah tersebut," kata Mamdani.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah federal Amerika Serikat memiliki kewenangan yang lebih besar dalam urusan tersebut. Ia bahkan menyerukan agar pemerintah federal bergabung dengan ICC dan melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut.
Pernyataan terbaru Mamdani mencuat menjelang kemungkinan kunjungan Netanyahu ke New York pada akhir tahun ini untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga ikut menanggapi polemik tersebut melalui Truth Social, di mana ia menegaskan Netanyahu "tidak akan ditangkap dalam bentuk apa pun."
Sementara itu, mengutip CNN International, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengecam pernyataan Mamdani. Melalui akun X, ia menyindir bahwa tugas Mamdani adalah melayani warga New York, bukan menyebarkan propaganda Hamas.
Sebelumnya, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel lainnya pada 2024. Pengadilan tersebut mengatakan mereka melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer Israel di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Mamdani selama ini dikenal sebagai salah satu politikus Amerika yang vokal mengkritik pemerintah Israel. Ia berulang kali menyebut operasi militer Israel di Jalur Gaza sebagai tindakan "genosida" dan sempat mengangkat isu penangkapan Netanyahu saat berkampanye pada tahun lalu.
source on Google [Gambas:Video CNBC]