CLOSE AD
MARKET DATA

Motor Jenis Ini Dibatasi Isi BBM Pertalite, Ini Alasannya

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
22 July 2026 08:10
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jakarta, Senin (18/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jakarta, Senin (18/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga akhirnya buka suara terkait kebijakan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mulai membatasi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sepeda motor jenis Suzuki Thunder. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun mengatakan bahwa pembatasan tersebut merupakan kebijakan proaktif yang diambil oleh masing-masing SPBU.

"Kebijakan ini adalah kebijakan proaktif yang diambil SPBU. Pengaturan tersebut asalah kebijakan masing2 dari SPBU ya," kata dia kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (22/7/2026).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pada prinsipnya Pertamina mendukung penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menggunakan BBM subsidi secara wajar dan sesuai kebutuhan normal.

Roberth lantas membantah anggapan bahwa kebijakan tersebut ditujukan kepada merek sepeda motor tertentu. Menurutnya, Suzuki Thunder yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari secara normal tidak mengalami kendala saat melakukan pengisian BBM di SPBU.

"Terkait merk tertentu, hal ini tidak mwnjadi batasan atau kekhususan, bahkan statement dari Ketum Club Motor tersebut tidak mendapatkan kendala apapun dalam pengisian BBM nya di SPBU karena memang digunakan untuk kegiatan sehari-hari secara wajar," ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa di lapangan ditemukan sejumlah oknum yang memanfaatkan jenis sepeda motor tertentu dengan memodifikasi tangki BBM. Sehingga kapasitasnya melebihi spesifikasi pabrikan atau melakukan pengisian BBM secara berulang-ulang.

"Hal ini yg membuat kebijakan tersebut muncul dengan semangat yg positif untuk pemerataan suplai dan tidak ada maksud mendiskreditkan merk tertentu," kata Roberth.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Motor Ini Dibatasi Isi Pertalite, Pertamina: Kebijakan dari SPBU


Most Popular
Features