FOTO

Sumber Kehidupan Warga Desa di Cilegon Terancam, Begini Kondisinya

Reuters, CNBC Indonesia
Minggu, 26/07/2026 08:00 WIB

Desa yang berpenduduk sekitar 1.000 jiwa bergantung pada mata air sebagai sumber utama untuk rumah tangga selama musim kemarau.

1/7 Penduduk desa mengumpulkan air mata air di daerah yang dilanda kekeringan selama musim kemarau, di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya, di desa Gunung Batur, Cilegon. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Penduduk desa Gunung Batur di Cilegon, Banten berjibaku membawa wadah air untuk mengumpulkan air di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

2/7 Penduduk desa mengumpulkan air mata air di daerah yang dilanda kekeringan selama musim kemarau, di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya, di desa Gunung Batur, Cilegon. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Saat musim kemarau semakin mencekam di wilayah desa Gunung Batur, provinsi Banten, warga mencari alternatif lain untuk mendapatkan air minum karena pemerintah gagal membangun infrastruktur yang memadai untuk menyediakan air yang cukup bagi penduduk desa. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

3/7 Penduduk desa mengumpulkan air mata air di daerah yang dilanda kekeringan selama musim kemarau, di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya, di desa Gunung Batur, Cilegon. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Desa yang berpenduduk sekitar 1.000 jiwa ini bergantung pada mata air ini sebagai sumber air utama untuk rumah tangga selama musim kemarau karena permukaan air di sungai menurun hingga memperlihatkan sebagian besar dasar sungai. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

4/7 Penduduk desa mengumpulkan air mata air di daerah yang dilanda kekeringan selama musim kemarau, di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya, di desa Gunung Batur, Cilegon. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Karena kekhawatiran akan kondisi kekeringan yang semakin memburuk, penduduk desa telah berulang kali melakukan perjalanan ke kaki Gunung Batur untuk mengambil dan menyimpan air untuk memasak, mencuci, dan minum. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

5/7 Penduduk desa mengumpulkan air mata air di daerah yang dilanda kekeringan selama musim kemarau, di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya, di desa Gunung Batur, Cilegon. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Di antara mereka adalah Salminah, 55 tahun, yang mengatakan bahwa tugas harian tersebut semakin melelahkan karena ketidakpastian pasokan air semakin meningkat. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

6/7 Penduduk desa mengumpulkan air mata air di daerah yang dilanda kekeringan selama musim kemarau, di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya, di desa Gunung Batur, Cilegon. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

“Kami sangat membutuhkan bantuan selama musim ini. Saya cukup lelah, dan saya pikir mata air akan segera habis, jadi kami harus terus menyimpan air ini,” kata Salminah dikutip dari Reuters. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

7/7 Penduduk desa mengumpulkan air mata air di daerah yang dilanda kekeringan selama musim kemarau, di tengah perkiraan bahwa El Niño dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering dari biasanya, di desa Gunung Batur, Cilegon. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Warga khawatir mata air akan semakin menyusut seiring berjalannya musim kemarau, memaksa keluarga untuk menghabiskan lebih banyak waktu mengumpulkan air. Dengan sedikitnya curah hujan yang dilaporkan di beberapa bagian Jawa dalam beberapa minggu terakhir, banyak penduduk desa mulai menyimpan persediaan air, khawatir sumber air utama mereka mungkin tidak akan cukup untuk beberapa bulan mendatang. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Add as a preferred
source on Google