CLOSE AD
MARKET DATA

Bahlil Siapkan Formulasi Harga BBM Non Subsidi yang Bijak

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
21 July 2026 12:50
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut putusan Mahkamah Konstitusi soal pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke perguruan tinggi, koperasi hingga organisasi masyarakat keagamaan tidak berpengaruh terhadap badan yang telah ditunjuk sebelumnya.
Foto: CNNIndonesia/M Naufal

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyusun formulasi baru. Terutama terkait penyesuaian harga BBM non subsidi agar tetap adil bagi masyarakat maupun badan usaha.

Bahlil menjelaskan bahwa harga BBM non subsidi sejatinya mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Namun di sisi lain, pemerintah tidak ingin perubahan harga yang terlalu sering justru merugikan masyarakat maupun pelaku usaha.

"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20%. Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," ugkap Bahlil di Istana Negara, Senin (20/7/2026) malam.

Lebih lanjut, Bahlil membeberkan pihaknya akan menggelar rapat dengan Pertamina dan badan usaha lainnya sebelum memutuskan penyesuaian harga BBM non subsidi. Ia juga memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi.

"Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," katanya.

Seperti diketahui, penyesuaian harga BBM non subsidi biasa dilakukan setiap tanggal 1 setiap bulannya. Adapun untuk harga BBM Pertamax telah naik menjadi Rp 16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Kenaikan harga BBM Pertamax ini merupakan kenaikan perdana sejak harga minyak mentah dunia melejit akibat Perang Israel, Amerika Serikat dan Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Harga minyak mentah dunia Brent sempat melejit menjadi US$ 118 per barel pada 31 Maret 2026 lalu, lalu sempat turun dan naik lagi menjadi US$ 118 per barel pada 29 April 2026.

Namun sejak Juni 2026 tren harga minyak mentah mengalami penurunan di bawah US 100 per barel, ke level US$ 70-an per barel. Bahkan, pada awal Juli 2026, harga minyak Brent berada pada level US$ 68,55 per barel pada 6 Juli 2026 lalu.

Harga BBM biasanya ditentukan berdasarkan harga minyak, Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs selama dua bulan sebelum periode bulan berjalan. Bila untuk penentuan harga BBM per 1 Agustus 2026, artinya harga BBM mengacu pada rata-rata ketiga faktor tersebut selama Juni-Juli 2026.

Harga BBM Juli 2026

Sebagaimana diketahui, sejumlah badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) kompak menurunkan harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian harga dilakukan oleh Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation.

Sebagai contoh, di SPBU Pertamina di Jabodetabek misalnya, harga BBM jenis Pertamax Turbo turun Rp 1.450 per liter dari sebelumnya Rp 20.750 per liter menjadi Rp 19.300 per liter.

Berikutnya, Pertamax Dex turun Rp 3.650 per liter dari yang sebelumnya dibanderol Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter. Lalu ada Dexlite turun Rp 3.300 per liter dari yang sebelumnya Rp 23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter.

Sementara untuk harga BBM Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) masih tetap dibanderol masing-masing Rp 16.250 dan Rp 17.000 per liter per 1 Juli 2026. Begitu juga dengan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter.

Selain Pertamina, BBM swasta juga kompak menurunkan harga BBM nya. BP-AKR menetapkan harga BP Ultimate Diesel sebesar Rp21.340 per liter dari bulan lalu yakni Rp25.060 per liter. Namun BBM jenis bensin RON 92 tetap dipatok Rp16.670 per liter dan BP Ultimate sebesar Rp17.240 per liter.

Hal serupa juga dilakukan oleh SPBU Shell, terutama untuk BBM jenis diesel. Adapun produk Shell V-Power Diesel kini dibanderol sebesar Rp21.340 per liter atau turun dibandingkan bulan lalu sebesar Rp24.490 per liter.

Berikut daftar terbaru harga BBM di seluruh SPBU, berlaku mulai 1 Juli 2026:

SPBU Pertamina (DKI Jakarta):

Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: 19.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter

BP-AKR:

BP 92: Rp 16.670 per liter
BP Ultimate: Rp 17.240 per liter
BP Ultimate Diesel: Rp 21.340 per liter

Shell:

Shell V-Power Diesel: Rp21.340 per liter
Shell Super: -
Shell V-Power: -
Shell V-Power Nitro+: -

SPBU Vivo:

Vivo Revvo 92: Rp 16.670 per liter

Vivo Revvo 95: Rp 17.240 per liter

Vivo Diesel Primus: Rp 21.340 per liter

SPBU Mobil Indostation:

Gasoline 92: Rp 16.670 per liter.

(ven/wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga BBM Pertamax Cs Bisa Turun Lagi, Ini Indikasinya


Most Popular
Features