Prabowo Targetkan Ekspor Lewat DSI Berlaku Penuh 1 September 2026

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 20/07/2026 17:03 WIB
Foto: (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memastikan kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis akan mulai diterapkan secara penuh pada 1 September 2026.

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut saat ini masih berada dalam tahap transisi setelah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi beroperasi sejak 1 Juli 2026.

"Di depan DPR waktu itu kita umumkan 20 Mei 2026, 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional kita, kita dirikan PT DSI mulai beroperasi penuh pada 1 Juli, sebagai instrumen negara untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis. Kita bangun sistem ekspor 1 pintu agar mengetahui berapa yang diekspor kepada siapa, berapa devisa yang kembali di Indonesia," ungkap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).


Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan, pembentukan sistem ekspor satu pintu merupakan upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekspor, sekaligus menutup celah praktik under invoicing.

Meski di awal sempat mendapat kritik, ia mengatakan kebijakan tersebut kini mulai mendapat pengakuan dari berbagai pihak di luar negeri sebagai langkah yang tepat dalam memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas.

"Ya biasa pertama ada yang nyinyir dan sebagainya tapi ternyata dunia luar mengakui bahwa ini adalah langkah Indonesia yang benar," kata Prabowo.

"Dengan ekspor sumber daya alam satu pintu, kita mengadakan tahap transisi, dan kita harapkan nanti 1 September 2026 implementasi penuh, kemudian proses ini semua akan membuat kita bener-bener paham bener ke mana uang kita," tuturnya.

"Sebagai contoh kelapa sawit banyak dijual di Indonesia resmi kontrak harganya Rp 17.000 CPO ya, per 17 ribu rupiah. Rp 15.000 per kilo, padahal harga di internasional di Eropa Rotterdam itu Rp 27.000, harga sebenarnya Rp 27.000, siapa yang nikmati Rp 17.000, hampir 50%. Jadi permainan seperti ini yang menusuk hati kita," tuturnya.

"Jadi perusahaan dari Indonesia dia ekspor, begitu di sini dia jual Rp 14.000 (per kg), dalam perjalanan ke Eropa, konon kabarnya berubah-ubah lagi dealnya, sehingga di sana Rp 27.000, jadi kita hilang 50% kekayaan kita satu kali perjalanan kita hilang 50% kekayaan kita, jadi kita tegakkan," tuturnya.

"Terima kasih, saya dapat laporan dari Saudara Rosan, CEO Danantara, bahwa baru 1 bulan 2 minggu bekerja PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar dolar," paparnya.

"Dan ternyata dari angka yang masuk sebelum ada PT DIS, gap perbedaan harga jual di Indonesia dan internasional itu kurang lebih beda minimal 30% mendekati 40-45%, begitu ada PT DSI udah hampir menyatu saya lihat grafiknya karena kita tegas. Meneruskan praktik ini penipuan, semua izin kita cabut, saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh hukum di NKRI," tuturnya.


(ven/wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: DSI Sudah Kelola Devisa USD 10,5 M Sejak Beroperasi 1 Juni 2026