Prabowo Ungkap Ada Masalah Ekonomi di Luar Perkiraan Pemerintah

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 20/07/2026 15:31 WIB
Foto: (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi pemerintahannya saat ini di luar perkiraan.

Masalah di luar dugaan itu Prabowo ungkapkan saat menggelar Taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istanan Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Saya sendiri sebagai presiden yang diberi mandat bersama saudara wapres kita disumpah, saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita," ucap Prabowo.


Ia mengatakan, masalah di luar dugaan itu terkait dengan distorsi atau penyimpangan terhadap perekonomian Indonesia. Distorsi ini berupa kebocoran kekayaan negara melalui berbagai praktik ilegal.

"Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun," ujar Prabowo.

"Dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan, under invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan, praktik transfer pricing, penyelundupan, hal-hal sesungguhnya tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita," tegasnya.

Oleh sebab itu, Prabowo memastikan, di bawah kepemimpinannya, pemerintah akan menghentikan praktik yang sudah menahun itu.

"Jadi saudara-saudara kita dihadapi masalah yang sangat besar, dengan masalah yang vital. kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengklaim, setidaknya pemerintah telah menyelesaikan hampir 110 permasalahan negara dalam kurun waktu dua tahun masa pemerintahan, meski belum ada detailnya.

"Ini prestasi yang bukan kecil, kita rendah hati, kita tida mau menepuk-menepuk dada, kita tidak mau dan tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak kita sebenarnya watak bangsa kita ojo dumeh," ujar Prabowo.

Prabowo menyebutkan, adapun masalah yang hingga kini juga tengah diurus oleh pemerintah secara serius di antaranya ialah masalah gaji guru yang masih minim, lapangan kerja yang masih belum mencukupi, hingga masih banyaknya kemiskinan ekstrem.

"Bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini masalah kita paham. kita mengerti, justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan," ungkap Prabowo.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: S&P Beri Indonesia Kabar Baik, Tapi Ada "PR-nya"