INTERNASIONAL

Singapura Geger, Menteri Muslim Mundur karena Malu Skandal Wanita

sef, CNBC Indonesia
Senin, 20/07/2026 15:40 WIB
Foto: PM Singapura Lawrence Wong (REUTERS/Edgar Su)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura kini geger dengan skandal pejabatnya. Dilaporkan bagaimana Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim, Muhammad Faishal Ibrahim, mengundurkan diri dari dunia politik setelah interaksinya dengan seorang wanita, Senin (20/7/2026).

Faishal dikatakan telah melakukan hal yang "tak memenuhi standar pejabat negeri". Perlu diketahui, Faishal juga mundur dari jabatannya sebagai Menteri Negara Senior untuk Urusan Dalam Negeri serta anggota Partai Aksi Rakyat (PAP).


"Masalah ini sampai ke perhatian kami sekitar sebulan yang lalu ketika Kantor Perdana Menteri (PM) menerima email dari seorang anggota masyarakat perempuan mengenai interaksinya dengan Faishal," kata PM Singapura Lawrence Wong dalam sebuah pernyataan, dimuat laman Singapura, Channel News Asia (CNA).

Wong mengatakan hal ini kemudian ditindaklanjuti kabinetnya. Faishal dan wanita itu akhirnya diwawancarai secara terpisah untuk memahami keterangan masing-masing.

Muhammad Faishal Ibrahim. (Dok. nlb.gov.sg) Foto: (Dok. nlb.gov.sg)

Ia mengatakan sebagian besar interaksi keduanya terjadi melalui pesan online. Ditambahkannya baik Faishak dan wanita tersebut kerap bertemu di publik.

"Setelah mempertimbangkan dengan cermat fakta dan keadaan, dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung, dinilai bahwa tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua pihak," tambah Wong.

"Tetapi ada pertanyaan terpisah tentang apakah perilaku Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pemegang jabatan politik dan anggota parlemen," ujarnya lagi.

"Setelah merenungkan masalah tersebut, Profesor Madya Faishal mengakui bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran dirinya," jelasnya.

Sementara itu, dalam surat yang diberikan ke Wong, Faishal memberi tentang keputusannya untuk mengundurkan diri dengan segera karena alasan pribadi. Ia menambahkan bahwa ia menyadari perilakunya tidak memenuhi standar yang diharapkan dan tidak sesuai dengan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

"Situasi telah muncul yang melibatkan perilaku saya dengan seorang anggota masyarakat perempuan," kata Faishal, yang sudah menikah dan memiliki dua anak.

"Meskipun tidak ada hubungan fisik antara kami, dan saya tidak bermaksud agar interaksi tersebut berkembang menjadi hubungan fisik, ada kesalahan penilaian di pihak saya dalam cara saya menangani interaksi tersebut, dan dalam kegagalan untuk menetapkan batasan yang lebih jelas pada tahap awal," jelasnya.

"Oleh karena itu, saya telah memutuskan bahwa sudah tepat bagi saya untuk mundur dari politik, sehingga saya dapat mencurahkan waktu dan perhatian saya kepada keluarga saya."

Pemerintah Singapura kemudian menunjuk Menteri Negara Senior untuk Pertahanan dan Keberlanjutan serta Lingkungan Hidup Zaqy Mohamad sebagai Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim. Belum diketahui bagaimana interaksi keduanya yang dianggap tak sesuai dengan etika jabatan sang menteri.

"Saya menyesal hal ini terjadi, tetapi saya dapat meyakinkan komunitas bahwa saya akan terus terlibat dan lebih memahami kebutuhan komunitas Muslim," kata Zaqy.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ketok Palu Pembentukan PFII, RI Siap Jadi Surga Investasi Asia