Singapura Mau Bangun PLTS di RI, ESDM Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat suara soal ketertarikan Singapura untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Wacana tersebut dinilai bisa memenuhi kebutuhan listrik di pusat pengolahan mineral nasional yang terus berkembang.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menilai wacana pembangunan PLTS tersebut bisa membantu mengatasi kendala pasokan listrik di wilayah Sulawesi. Menurutnya, wilayah Morowali saat ini masih membutuhkan tambahan daya yang besar seiring dengan aktivitas industri hilirisasi di wilayah tersebut.
"Bagus lah. Sulawesi itu kan kekurangan listrik. Sulawesi utara yang surplus, Sulutgo. Nah, itu surplus sehingga transmisi ke bawah harus dilakukan. Transmisi ke bawah ini kan Morowali dan seterusnya banyak sekali industri di situ, kurang kan listriknya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (7/7/2026).
Rencana investasi tersebut merupakan salah satu tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Singapura terkait pengembangan Kawasan Industri Berkelanjutan atau Sustainable Industrial Zone (SIZ). Pemerintah saat ini tengah melakukan pendalaman untuk menentukan titik lokasi yang akan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Kan jelas untuk Pak Menteri itu ada MoU dengan Singapura. Terus ada 3 MoU. Nah, saya ditugasin untuk mengawal MoU yang SIZ, Sustainable Industrial Zone. Itu pun masih dibahas dengan ekon untuk menjadi PSN-PSN, gitu lah. PSN-nya di pulau-pulau mana-mana itu pun masih dibahas," imbuhnya.
Dengan begitu, pemerintah berkomitmen untuk terus memfasilitasi setiap investasi energi baru terbarukan guna mengejar target bauran energi nasional. Kehadiran PLTS skala besar di Morowali diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi daerah, tetapi juga meningkatkan daya saing produk hasil hilirisasi Indonesia di pasar global melalui penggunaan energi bersih.
"Jadi, itu pun baru mengumpulkan industri yang berguna, ya silakan ngumpulin perencanaannya, diserahkan terus sama KESDM," tandasnya.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]