17 Update Perang AS-Iran Makin Gila, Seret Irak-China sampai Rusia
Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat drastis sejak pekan lalu. Militer AS melancarkan serangan baru terhadap puluhan target di Iran sekaligus menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Presiden Donald Trump bahkan mulai membuka peluang operasi darat, Ketegangan juga semakin meluas setelah Iran mengancam jalur ekspor energi negara-negara sekutu AS, sementara sejumlah kelompok pro-Iran di kawasan menyatakan siap ikut berperang.
Berikut 17 perkembangan terbaru perang AS-Iran:
1. AS Gempur Puluhan Target Militer Iran
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada Selasa malam waktu AS. Operasi yang berlangsung sekitar tujuh jam itu menyasar puluhan target militer di sekitar Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.
Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan jet tempur, drone, dan kapal perang AS menembakkan amunisi presisi untuk menghancurkan lokasi rudal, drone, fasilitas angkatan laut, hingga sistem pertahanan pantai Iran. Washington menyebut operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam kapal dagang internasional.
2. AS Resmi Terapkan Blokade Laut Iran
Bersamaan dengan operasi udara tersebut, militer AS juga mengumumkan dimulainya kembali blokade laut terhadap kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.
Menurut CENTCOM, blokade mulai berlaku pada pukul 16.00 waktu Pantai Timur AS dan ditujukan untuk membatasi kemampuan Iran melakukan perdagangan serta distribusi logistik melalui jalur laut. Langkah ini diperkirakan akan semakin menekan ekspor minyak Teheran.
3. Garda Revolusi Iran Ancam Jalur Minyak Dunia
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa jalur ekspor minyak dan gas negara-negara yang mendukung AS bisa menjadi sasaran berikutnya apabila perang terus berlanjut.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, IRGC menyatakan bahwa ekspor energi di kawasan "harus berlaku untuk semua pihak atau tidak untuk siapa pun". Pernyataan tersebut dipandang sebagai ancaman terhadap infrastruktur energi dan pelayaran di kawasan Teluk.
4. Iran Klaim Hantam Markas Armada Kelima AS
IRGC mengklaim berhasil menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Iran menyebut serangan tersebut menghancurkan pusat komando, pusat logistik angkatan laut, gudang penyimpanan hingga tangki bahan bakar.
Hingga kini pemerintah AS belum memberikan konfirmasi maupun tanggapan atas klaim tersebut.
5. Milisi Irak Siap Gabung Perang
Kelompok bersenjata Kataib Hezbollah yang didukung Iran menyatakan akan langsung bergabung dalam perang apabila AS memperluas operasi militernya terhadap Iran.
"Jika perang baru diluncurkan terhadap Republik Islam Iran, partisipasi pasukan perlawanan akan terjadi secara langsung dan pasti. Keputusan ini berasal dari ideologi kami dan tidak bisa dinegosiasikan," kata pejabat kelompok tersebut, Abu Mujahid al-Assaf.
6. Partai Demokrat AS Mulai Tolak Bantuan Militer ke Israel
Gelombang penolakan terhadap bantuan militer AS untuk Israel semakin membesar di Kongres. Anggota DPR dari Partai Demokrat Greg Casar, yang memimpin kelompok progresif di DPR AS, menyatakan akan mendukung amendemen untuk menghentikan sebagian bantuan militer senilai sekitar US$3,3 miliar (sekitar Rp 59,6 triliun) kepada Israel.
Menurut Casar, sudah saatnya Washington menghentikan penggunaan dana publik yang dinilai memperpanjang konflik di Gaza, Lebanon, hingga menyeret AS ke dalam perang dengan Iran. Anggota DPR lainnya, Ro Khanna, juga menyatakan akan mendukung usulan tersebut setelah sebelumnya sempat ditahan pemukim Israel di Tepi Barat.
"Saya tidak bisa memberikan suara mendukung bantuan kepada negara yang melakukan genosida dan menggunakan uang pembayar pajak untuk menahan warga Amerika seperti saya," ujarnya.
7. Iran Ajak Warga Yordania dan Kuwait Usir Pasukan AS
IRGC menyerukan masyarakat Yordania dan Kuwait agar menolak keberadaan pangkalan militer AS di negara mereka. Seruan itu disampaikan setelah Iran mengklaim melancarkan gelombang keenam Operasi Nasr 2 yang menargetkan pangkalan udara AS di Azraq, Yordania.
Dalam pernyataannya, IRGC mengaku berhasil menghancurkan hanggar yang digunakan untuk menyimpan jet tempur F-15, F-16, F-35 hingga drone MQ-9 milik AS. Iran juga meminta rakyat Yordania dan Kuwait memanfaatkan setiap kesempatan untuk "mengusir pasukan pendudukan Amerika" serta menyerang fasilitas militer AS yang berada di kedua negara tersebut.
8. Yordania Tembak Jatuh 3 Rudal Balistik Iran
Militer Yordania mengonfirmasi sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang ditembakkan dari wilayah Iran pada Rabu dini hari. Ketiga rudal tersebut sempat memasuki wilayah udara Kerajaan Yordania sebelum akhirnya berhasil dihancurkan.
Pihak militer mengatakan tim teknik telah mengamankan puing-puing rudal yang jatuh di beberapa lokasi. Pemerintah Yordania menegaskan tidak akan mentoleransi pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah udaranya maupun penggunaan wilayah negara itu sebagai jalur serangan yang dapat mengancam keamanan nasional.
9. DK PBB Perpanjang Pemantauan Laut Merah
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyetujui resolusi untuk memperpanjang pemantauan terhadap serangan kelompok Houthi di Laut Merah selama enam bulan ke depan. Resolusi tersebut disetujui oleh 13 negara anggota, sementara Rusia dan China memilih abstain.
Dengan keputusan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB akan tetap menyampaikan laporan bulanan mengenai situasi keamanan di Laut Merah kepada Dewan Keamanan. Kelompok Houthi mulai menyerang kapal-kapal dagang sejak akhir 2023 dengan alasan membalas operasi militer Israel di Gaza, di mana aksi tersebut sempat mengganggu salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
10. Gudang Gandum Iran Ikut Jadi Sasaran
Serangan terbaru militer AS juga dilaporkan mengenai sebuah silo atau gudang penyimpanan gandum di Kabupaten Hoveizeh, Provinsi Khuzestan, Iran bagian barat. Informasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Khuzestan kepada kantor berita Fars.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut memicu kekhawatiran karena mulai menyasar infrastruktur sipil yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Hingga kini Washington belum memberikan penjelasan mengenai laporan serangan terhadap fasilitas tersebut.
11. Iran Pindahkan Lokasi Ujian Nasional
Kementerian Pendidikan Iran memutuskan memindahkan sejumlah lokasi ujian nasional yang berada di dekat fasilitas militer maupun objek vital. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Amerika Serikat.
Menurut kantor berita Fars, lokasi ujian kini dipindahkan ke tempat-tempat yang dinilai lebih aman seperti aula publik dan pusat kegiatan keagamaan. Pemerintah Iran menyatakan keselamatan pelajar menjadi prioritas utama selama situasi keamanan masih belum stabil.
12. Kapal Ekspor Iran Berpacu Sebelum Blokade
Data perusahaan pelacakan kapal Kpler menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz meningkat tajam sehari sebelum blokade laut AS mulai diberlakukan. Dari 11 kapal yang melintas pada Selasa, sembilan di antaranya merupakan kapal yang terkait dengan perdagangan Iran.
Beberapa kapal tersebut mengangkut komoditas strategis, termasuk sebuah Very Large Crude Carrier (VLCC) yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, kapal tanker produk olahan minyak, hingga kapal pengangkut LPG.
Sementara itu, tidak terlihat adanya kapal tanker yang memasuki Teluk untuk memuat minyak dari produsen lain di kawasan.
Goldman Sachs memperingatkan pemulihan arus pengiriman energi dari Teluk kemungkinan akan berlangsung lebih lambat. Ini akan terjadi meskipun ketegangan geopolitik nantinya mereda.
13. China Pasang Badan Bela Iran
China secara terbuka membela Iran dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beijing mengecam serangan militer AS dan Israel yang dinilai melanggar kedaulatan Iran serta memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.
Perwakilan China menegaskan bahwa seluruh pihak harus menghormati hukum internasional dan Piagam PBB. Beijing juga mendesak agar konflik segera dihentikan sebelum berkembang menjadi perang yang lebih luas.
Pemerintah China juga mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil langkah nyata untuk menghentikan aksi militer terhadap Iran. Menurut Beijing, penggunaan kekuatan militer bukan solusi dan hanya akan memperbesar risiko konflik regional.
China menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Negeri itu juga meminta seluruh negara, khususnya AS, kembali mengedepankan dialog dibandingkan operasi militer.
14. Trump Buka Opsi Operasi Darat ke Iran
Presiden Donald Trump untuk pertama kalinya secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan operasi darat terhadap Iran. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan operasi tersebut bisa dilakukan oleh "pihak lain" atau sekutu AS tanpa harus mengerahkan pasukan Amerika secara langsung.
Trump juga kembali mengincar Pulau Kharg, pulau strategis yang menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran. Ia mengatakan "kalau kami berhasil melemahkan mereka cukup jauh, saya akan melakukannya".
15.Rusia Murka Serangan AS ke Iran
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam keras aksi militer terbaru Amerika terhadap Iran. Menurutnya, serangan tersebut justru menutup peluang penyelesaian damai yang sebelumnya mulai terbuka melalui memorandum antara Washington dan Teheran.
Lavrov menilai tindakan AS melanggar komitmen yang baru disepakati kedua negara. Ia juga menyoroti dampak serangan terhadap infrastruktur sipil Iran dan negara-negara Teluk.
"Ini bukan menuju penyelesaian, tetapi justru menutup pintu diplomasi yang sebelumnya telah terbuka," ujar Lavrov.
Selain mengkritik aspek diplomatik, Rusia juga menyoroti dampak kemanusiaan dari serangan terbaru Amerika Serikat. Lavrov mengatakan fasilitas sipil di Iran maupun kawasan Teluk ikut terdampak akibat eskalasi konflik.
Menurut Moskow, perkembangan terbaru tersebut tidak membawa situasi menuju perdamaian, melainkan memperbesar risiko ketidakstabilan kawasan yang sudah memanas sejak perang pecah pada Februari lalu.
"Kami sangat menyesalkan karena infrastruktur sipil di Iran dan negara-negara Teluk ikut menderita. Ini tidak mengarah pada sesuatu yang baik," kata Lavrov.
16.AS Jatuhkan Sanksi ke Pengusaha Iran
Departemen Keuangan AS pada 14 Juli menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 50 individu, perusahaan, dan kapal yang merupakan bagian dari jaringan pelayaran dan perdagangan milik Mohammad Hossein Shamkhani, putra penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran. Dengan tambahan sanksi tersebut, total lebih dari 200 individu, perusahaan, dan kapal yang terkait jaringan Shamkhani kini telah masuk daftar sanksi AS.
Washington menuduh jaringan tersebut membantu ekspor minyak Iran, pengiriman komoditas, serta penghindaran sanksi internasional, sehingga menjadi sumber pendanaan pemerintah Iran. Sebelumnya, pada 10 Juli, AS juga menjatuhkan sanksi kepada 14 individu dan entitas, termasuk bankir Iran yang berbasis di Dubai, tiga perusahaan penukaran valuta asing, dan sejumlah perusahaan cangkang yang dituding membantu jaringan keuangan Iran.
17.Data Korban Terbaru
Lebih dari 30 warga sipil tewas dan sekitar 260 orang terluka akibat gelombang serangan AS terbaru di sejumlah wilayah Iran, termasuk di sekitar Bushehr. Sementara itu, pemerintah Iran sebelumnya juga menyatakan bahwa lebih dari 1.500 warga sipil telah tewas sejak kampanye serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari, meski angka tersebut berasal dari otoritas Iran dan belum diverifikasi secara independen.
(sef/sef) Add
source on Google