AS Serang Iran Lagi! Trump: Serangan Lebih Brutal Menanti
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali melakukan serangan ke Iran. Laporan muncul setelah berita saling tembak antara militer kedua negara berlangsung di Selat Hormuz, Kamis malam.
Merujuk laporan Al-Jazeera Jumat (8/6/2026), seorang juru bicara markas militer Khatam al-Anbiya mengatakan AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pesisir Iran dekat Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal Iran lainnya di dekat pelabuhan Fujairah di UEA. Bukan hanya itu, AS juga disebut melakukan serangan udara di daerah sipil di Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm di Iran selatan dengan kerja sama dari "beberapa negara regional".
"Pernyataan itu dikeluarkan tak lama setelah terdengar tembakan pertahanan udara yang berkelanjutan di Teheran barat menyusul dua ledakan keras," muat laman itu mengutip kantor berita resmi Iran, IRNA.
"IRNA melaporkan bahwa tembakan anti-pesawat berlanjut selama beberapa menit di daerah dekat Distrik 22 Teheran dan Ahmadabad Mostofi di bagian barat ibu kota," tambahnya.
Pasukan AS di Timur Tengah sendiri, CENTCOM, mengatakan telah "menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS", termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone; lokasi komando dan kendali; dan simpul intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Ditambahkan bahwa Iran telah meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil saat tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz.
Serangan Lebih Brutal Menanti
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer kedua negara. Dalam pernyataan yang diunggah di platform Truth Social pada Kamis Trump mengatakan pasukan AS telah menyebabkan "kerusakan besar" terhadap target-target Iran setelah tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang.
"Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar telah ditimbulkan pada penyerang Iran," tulis Trump, seperti dikutip AFP, menggambarkan drone Iran yang ditembak jatuh oleh militer AS "jatuh seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya".
Meski mengklaim berhasil memukul balik serangan Iran, Trump menegaskan Washington masih membuka peluang kesepakatan dengan Teheran, terutama terkait isu nuklir yang selama ini menjadi sumber konflik kedua negara. Namun, Trump memperingatkan Iran agar segera menyetujui perjanjian tersebut atau menghadapi konsekuensi militer yang lebih besar.
"Kita akan menghancurkan mereka dengan lebih keras, dan lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak menandatangani kesepakatan mereka, SECEPATNYA!" kata Trump.
source on Google [Gambas:Video CNBC]