Pramono Kunjungi Proyek LRT Jakarta Fase 1B Garapan Waskita

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Rabu, 15/07/2026 11:11 WIB
Foto: Proyek pembangunan LRT Fase 1B

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin serta Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro Robert Sajaka meninjau langsung proyek pembangunan LRT Fase 1B. Hadir pula Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara dan Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.

Pramono mengatakan, keberadaan LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi inspirasi atau role model untuk menyelesaikan persoalan transportasi di Jakarta. Maka ia mengapresiasi kontraktor, jajaran Jakpro, dan pihak LRT Jakarta yang mengerjakan proyek senilai Rp4,1 triliun itu.

"Semua aktivitas ini sepenuhnya dilakukan oleh anak bangsa melalui PT Waskita dan Nindya," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).


Dia berharap, LRT Jakarta Fase 1B bisa diresmikan Agustus mendatang, lalu menjadi wajah baru transportasi di Ibu Kota.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko mengatakan Waskita Karya memastikan sebentar lagi Jakarta memiliki pilihan angkutan publik baru yang akan mendukung konektivitas perkotaan.

Infrastruktur tersebut akan menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat. Kemudian memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai.

"Saat ini telah diselesaikan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur kereta api aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai, dengan window time terbatas kurang dari tiga jam. Rangkaian pemasangan girder dilakukan tanpa mengganggu operasional KRL maupun kereta antarkota yang melintasi jalur tersebut," jelas Paulus.

Langkah itu menunjukkan komitmen Waskita dalam penerapan sistem Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). Meski pengerjaan proyek terus dikejar, Perseroan tetap memperhatikan standar mutu, keselamatan pekerja, sekaligus meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Bahkan Waskita berhasil mencatatkan pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Capaian itu menjadi bukti konsistensi implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"7,5 juta jam kerja selamat ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang kerja terbatas. Seperti diketahui, tantangan utama (urban constraint) dalam pengerjaan LRT Jakarta, di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat," jelas dia.

Kini, lanjutnya, pekerjaan LRT Jakarta Fase 1B dalam proses pengecoran slab deck atau lantai struktural pada jembatan. Kemudian akan langsung dilanjutkan pemasangan beton precast parapet dan udich.

"Dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang pekerjaan slab track selesai dicor. Dengan begitu dapat mendukung persiapan pengujian train run sampai Stasiun Manggarai," tutur dia.

Paulus menyebutkan, hingga kini train run sudah beberapa kali dilaksanakan sampai Stasiun Kayu Manis. Hasil pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) itu menunjukkan, sarana transportasi ini aman digunakan oleh masyarakat.

"Pengujian sistematis dan terstruktur terhadap semua komponen terus dilakukan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat, maka kami kerjakan dengan penuh perhitungan, ketelitian, dan selalu berkoordinasi dengan Jakpro sebagai owner," katanya.

Dia melanjutkan, keterlibatan Waskita Karya pada pembangunan proyek itu bukan hanya terkait pekerjaan konstruksi tapi juga kesempatan untuk menunjukkan hasil atau showcase capability. Proyek dengan visibilitas tinggi ini menjadikan kualitas kerja langsung berdampak terhadap reputasi jangka panjang.

Waskita Karya, tegas dia, berkomitmen terus mendukung sekaligus mengawal terwujudnya integrasi moda transportasi di ibu kota secara keseluruhan. Pembangunan LRT Jakarta ini turut memperkuat rekam jejak Perseroan sebagai BUMN Konstruksi yang berdaya saing tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

"Kami optimis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya menambah pilihan transportasi umum yang modern, tapi juga memudahkan mobilitas warga dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Pada akhirnya akan berdampak positif pada lingkungan karena mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," katanya.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Progres LRT Jakarta 95 %, Diresmikan Presiden di Bulan Agustus