MARKET DATA

Ini Alasan Purbaya Anggap Lembaga Rating Sebelum S&P Offside Nilai RI

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
15 July 2026 08:45
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Economic Update, CNBC Indonesia, Rabu (24/06/2026). (CNBC Indonesia TV)
Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Economic Update, CNBC Indonesia, Rabu (24/06/2026). (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menganggap lembaga rating yang lebih dahulu mengumumkan peringkat kredit atau utang Indonesia sebelum S&P offside.

Istilah offside ini ia sematkan karena lembaga rating yang merilis peringkat utang Indonesia sebelum S&P tak menanti hasil data ekonomi RI kuartal I-2026. Sedangkan S&P baru rilis pada 13 Juli 2026.

"Saya udah bilang berkali-kali kan, lembaga-lembaga yang sebelumnya yang lain, ada kemungkinan mereka offside, karena mereka melakukan assessment sebelum data triwulan pertama keluar,' kata Purbaya di kawasan Gedung Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (15/7/2025).

Adapun lembaga rating yang merilis sebelum S&P adalah Moody's dan Fitch. Kedua lembara rating itu mempertahankan peringkat utang RI, namun menurunkan outlooknya menjadi negatif.

Sedangkan S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Untuk outlook atau prospek Indonesia tetap berada pada level stabil, tidak negative.

"Ingat kan itu? Saya bilang ya terlalu cepat, bukan mereka salah, ya terlalu cepat. Jadi ini yang lebih fair saya pikir. Itu kan harus secara praktis seperti itu," paparnya.

Purbaya pun percaya diri diri lembaga pemeringkat dunia alias rating agency lain yang baru akan mengeluarkan peringkat utang setelah S&P juga akan mengeluarkan penilaian serupa terhadap fiskal dan ekonomi Indonesia.

Sejauh ini, memang baru tiga lembaga rating dunia yang mengumumkan pembaruan peringkat kredit Indonesia, yakni S&P, Moody's, dan Fitch. Sedangkan untuk lembaga pemeringkat lain yang belum mengumumkan penilaiannya terhadap Indonesia di antaranya JCR serta R&I.

"Nanti ke depan ada berita yang lebih bagus sih masalah pemeringkatan. Jadi enggak usah takut. Dari lembaga pemeringkat yang lain, jadi akan bagus sekali," katanya.

Purbaya menjelaskan lembaga pemeringkat dunia yang belum mengumumkan penilainnya akan melihat bahwa kebijakan fiskal di Indonesia dilakukan dengan benar dan konsisten, utamanya di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil.

"Ke depan kita akan lebih bagus lagi, karena kita akan menjalankan kebijakan dengan lebih konsisten. Hal-hal yang kalau ada inefisiensi, kita perbaiki terus ke depan, jadi ekonomi kita akan kuat," ucap Purbaya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Ungkap S&P Paling Fair Soal Rating RI, yang Lain Offside!


Most Popular
Features