MARKET DATA

Lampaui Target, Kemenperin Catat Pendapatan Rp447 M-Ini Sumbernya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
14 July 2026 17:25
Rapat kerja Kementerian Perindustrian dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Rapat kerja Kementerian Perindustrian dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sejumlah capaian sepanjang 2025, mulai dari kinerja keuangan hingga penguatan industri dalam negeri. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan, pendapatan kementerian berhasil melampaui target yang ditetapkan, sementara realisasi belanja juga berada di atas rata-rata nasional.

"Sepanjang tahun 2025 Kementerian Perindustrian berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp447,89 miliar atau tercapai 116,59% dari estimasi yang ditetapkan sebesar Rp384,15 miliar. Pendapatan ini berasal dari jasa layanan industri yang dilakukan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian serta pendapatan lain yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Faisol dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Selain mencatat penerimaan yang melampaui target, kondisi neraca Kemenperin juga tergolong membaik. Hingga akhir 2025, kementerian memiliki aset senilai Rp12,49 triliun dengan kewajiban Rp142,8 miliar dan ekuitas mencapai Rp12,34 triliun. Dari sisi belanja, tingkat serapan anggaran juga nyaris menyentuh pagu efektif.

"Pada sisi belanja, Kementerian Perindustrian memperoleh pagu anggaran sebesar Rp2,50 triliun dengan realisasi mencapai 83,76%. Angka ini lebih tinggi 1,35% dibanding rata-rata realisasi nasional sebesar 82,41%. Jika dibandingkan dengan pagu efektif sebesar Rp2,13 triliun, maka realisasi kami mencapai 98,18%," ujarnya.

Di sektor pembangunan industri, pemerintah menekankan kualitas sumber daya manusia, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, hingga pengembangan industri kendaraan listrik. Upaya modernisasi industri juga terus didorong melalui restrukturisasi mesin serta penerapan standar industri hijau.

"Pada 2025 kami meluluskan 5.472 peserta pendidikan vokasi, di mana 4.009 orang telah bekerja, 156 orang berwirausaha, 704 orang melanjutkan studi dan 603 orang masih dalam proses rekrutmen. Kami juga memberikan pelatihan kepada 2.259 IKM, memfasilitasi legalitas usaha bagi 1.531 IKM, menerbitkan 21.932 sertifikat TKDN serta 4.796 sertifikat industri kecil. Pangsa produksi kendaraan listrik roda empat juga meningkat dari 0,1% pada 2021 menjadi 2,09% dari total produksi nasional," ungkap Faisol.

Kinerja industri juga ditopang percepatan digitalisasi manufaktur. Penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) menunjukkan sebagian besar perusahaan yang dinilai telah mencapai tingkat kesiapan tinggi. Transformasi tersebut diikuti peningkatan produktivitas, terutama pada industri otomotif. Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat kepastian investasi melalui penerbitan izin kawasan industri, penetapan objek vital nasional bidang industri, serta fasilitasi insentif fiskal senilai Rp780,78 triliun.

"Kami juga terus memperbaiki tata kelola keuangan dengan menindaklanjuti 590 rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, di mana 508 rekomendasi atau 86,10% telah sesuai. Hingga 2025 terdapat 12 satuan kerja yang memperoleh predikat WBBM dan 45 satuan kerja berpredikat WBK. Kami mengharapkan dukungan dan arahan Komisi VII DPR RI agar program kerja Kementerian Perindustrian dapat terus mempercepat pembangunan industri nasional," sebut Faisol.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Anggaran Dipangkas Rp488 Miliar, Kemenperin Bidik Investasi Rp930 T


Most Popular
Features