Fenomena Warga RI Mendadak Padati Mal-Sibuk Belanja, Ini Penyebabnya

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 11:30 WIB
Foto: Penampakan pengunjung di salah satu mal di Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Periode libur sekolah yang berlangsung dari akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026 menjadi berkah bagi para pengusaha pengelola pusat perbelanjaan seperti mal. Hal ini terbukti dari peningkatan jumlah pengunjung maupun aktivitas belanja atau rekreasi masyarakat di mal selama periode tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, jumlah rata-rata pengunjung mal selama masa libur sekolah meningkat sekitar 8-12% dibandingkan dengan periode normal. Peningkatan ini terjadi sejalan dengan fungsi pusat perbelanjaan yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk mengisi kegiatan selama libur sekolah.

"Sepanjang periode libur sekolah, mayoritas pusat perbelanjaan telah banyak menyelenggarakan berbagai kegiatan dan acara terutama yang terkait dengan aktivitas anak-anak," ujar dia kepada CNBC Indonesia, ditulis Selasa (14/7/2026).


Alphonzus melanjutkan, tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan akan kembali normal ketika masa liburan sekolah berakhir. Kendati begitu, pengelola pusat perbelanjaan sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 yang akan dimulai pada awal Agustus nanti. Dalam hal ini, pusat perbelanjaan bakal menyediakan berbagai program untuk menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke mal saat periode HUT Kemerdekaan RI tiba.

Setelah program perayaan HUT Kemerdekaan RI, maka para pelaku usaha pusat perbelanjaan akan mempersiapkan diri untuk menyusun program Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 yang berlangsung pada Oktober 2026. Selain itu, ada beberapa program belanja lainnya baik yang berskala lokal, kewilayahan, maupun skala nasional yang akan dihadirkan oleh pusat perbelanjaan.

APPBI menegaskan, banyaknya program promosi belanja tadi menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tarik pusat perbelanjaan. Mengingat, periode kuartal III-2026 merupakan periode low season bagi industri ritel nasional. Alhasil, rangkaian program promo belanja akan terus dihadirkan sampai menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Ngebut Setelah Sempat Melambat

Terpisah, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansyah menuturkan, tren penjualan ritel di pusat perbelanjaan sempat melambat pada Juni 2026, meski bertepatan dengan awal masa libur sekolah. Dia menilai, kondisi tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Jadi bulan Mei masih lumayan penjualan, Juni itu agak turun. Padahal, itu lagi liburan sekolah mungkin karena masalah perang dan juga dolar. Di Juli ini mulai menunjukkan peningkatan karena libur sekolah makin banyak anak-anak berliburan dan rame semua tempat wisata di dalam negeri," ungkap Budihardjo.

Dia bilang, tren perbaikan yang terjadi pada bulan Juli 2026 didorong oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berlibur di dalam negeri. Selain faktor biaya yang dinilai lebih terjangkau, penguatan kampanye promosi dari pelaku usaha pusat perbelanjaan juga mendorong masyarakat untuk memilih berwisata sekaligus berbelanja di Indonesia. Kendati begitu, ia mengaku masih mewaspadai potensi perlambatan penjualan pada Agustus hingga September 2026 atau setelah momentum liburan sekolah berakhir.

Lebih lanjut, Hippindo menganggap momentum libur sekolah selalu dimanfaatkan pusat perbelanjaan dan peritel untuk menghadirkan program diskon besar, bazar, hingga berbagai acara hiburan yang melibatkan bintang tamu. Kolaborasi tersebut, turut mendorong tingginya tingkat kunjungan masyarakat tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan, melainkan juga destinasi wisata dan hotel di sejumlah daerah seperti Bandung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Pada akhirnya, peningkatan mobilitas wisatawan domestik menjadi bukti bahwa masyarakat kini semakin memilih berlibur di dalam negeri karena dinilai lebih ekonomis.

"Semua tempat wisata penuh. Dari Jakarta banyak naik mobil, naik bus, Bandung, Lembang, penuh. Meningkat karena liburan sekolah ini mereka berlibur di Indonesia," pungkas dia.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Daya Beli Terganggu, Warga RI ke Mall Belanja Barang Murah