Internasional

Boom! Rudal Iran Hantam 2 Tanker UEA, Awak Kapal Tewas-Situasi Memanas

luc, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 08:35 WIB
Foto: via REUTERS/U.S. Central Command

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) dihantam rudal Iran saat melintas di perairan Oman. Serangan ini menewaskan satu awak kapal warga negara India, melukai delapan orang lainnya, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataannya menyebut kapal tanker al-Bahiya dan Mombasa menjadi sasaran serangan rudal Iran ketika berada di wilayah perairan teritorial Oman.

Menurut kementerian tersebut, satu awak kapal berkewarganegaraan India yang berada di atas kapal Mombasa tewas akibat serangan tersebut. Selain itu, enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina mengalami luka-luka.


Kedua kapal tanker itu juga mengalami kerusakan parah dan sempat terbakar akibat hantaman rudal.

"Kedua kapal tanker mengalami kerusakan dan terbakar," kata Kementerian Pertahanan UEA dalam keterangannya, sebagaimana dikutip CNN International, Selasa (14/7/2026).

Meski demikian, pihak berwenang memastikan kobaran api yang melanda kedua kapal kini telah berhasil dipadamkan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran pasar energi global karena berpotensi mengganggu distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Menyikapi serangan tersebut, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan pihaknya meningkatkan kewaspadaan dan siap menghadapi setiap ancaman terhadap keamanan negara.

"Kementerian tetap berada dalam status siaga tinggi dan sepenuhnya siap menghadapi setiap ancaman serta mengambil semua langkah yang diperlukan untuk merespons secara tegas setiap upaya yang bertujuan mengganggu keamanan dan stabilitas negara," tegas kementerian.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk keras serangan rudal tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah India atas meninggalnya salah satu warganya.

Dalam pernyataannya, kementerian juga menilai tindakan yang mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz merupakan ancaman serius terhadap stabilitas kawasan maupun keamanan energi dunia.

"Pelayaran komersial dan penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan atau pemerasan ekonomi merupakan tindakan pembajakan dan menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan beserta masyarakatnya, serta terhadap keamanan energi global," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Klaim Masih Dibuka