MARKET DATA
Internasional

Anak Buah Trump Tembak Mati Imigran yang Cari Kerja, FBI Turun Tangan

luc,  CNBC Indonesia
09 July 2026 12:05
Seorang anggota Tim Respons Khusus (SRT) ICE Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memamerkan emblem unit pada seragam mereka selama protes di markas besar Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) di Portland, Oregon, AS, 4 Oktober 2025. (REUTERS/Carl
Foto: Seorang anggota Tim Respons Khusus (SRT) ICE Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memamerkan emblem unit pada seragam mereka selama protes di markas besar Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) di Portland, Oregon, AS, 4 Oktober 2025. (REUTERS/Carlos Barria)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang agen federal imigrasi Amerika Serikat (AS) menembak mati seorang pengemudi di Houston, Texas, pada Selasa (7/7/2026) pagi waktu setempat.

Insiden yang melibatkan petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) itu memicu tuntutan agar dilakukan penyelidikan independen dan transparan, setelah muncul pertanyaan mengenai penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat imigrasi.

Dalam keterangannya, ICE mengatakan insiden bermula sekitar pukul 06.50 pagi ketika para agen menghentikan Lorenzo Salgado Araujo untuk ditangkap. Menurut lembaga tersebut, Salgado Araujo merupakan warga negara Meksiko yang berada di Amerika Serikat secara ilegal dan menjadi target dalam sebuah "operasi penegakan hukum yang terarah."

Namun, keluarga korban memberikan keterangan berbeda. Putra korban, Ronaldo Salgado, mengatakan kepada Telemundo Houston bahwa ayahnya keluar rumah pagi itu untuk mencari pekerja di kawasan tersebut.

ICE menyatakan Salgado Araujo menggunakan kendaraannya sebagai senjata ketika berusaha melarikan diri.

"Lorenzo Salgado Araujo menggunakan kendaraannya sebagai senjata dalam upaya menabrak seorang petugas penegak hukum ICE," demikian pernyataan ICE, dilansir The Guardian.

Lembaga itu menambahkan bahwa konfrontasi tersebut berujung pada tindakan penembakan oleh petugas.

"Petugas kami kemudian melepaskan tembakan untuk membela diri," tulis ICE dalam keterangannya.

ICE mengatakan penyelidikan kasus penembakan tersebut akan diambil alih oleh FBI. Meski demikian, ICE tidak menyertakan bukti yang mendukung kronologi versinya mengenai insiden tersebut.

Laporan ini mengingatkan pada sejumlah kasus penembakan lain yang melibatkan agen ICE pada tahun ini, termasuk tewasnya Renee Good di Minneapolis serta penembakan terhadap dua pria asal Venezuela di Oregon. Dalam kasus-kasus tersebut, keterangan awal pemerintah kemudian bertentangan dengan bukti rekaman video yang muncul belakangan.

Pada April lalu, pemerintah federal juga pernah menyatakan seorang pria di California "menggunakan kendaraannya sebagai senjata" saat diberhentikan dalam razia lalu lintas. Namun, tidak ada petugas yang tertabrak mobil pria tersebut.

Menurut aparat penegak hukum setempat, Salgado Araujo terkena tembakan di bagian perut. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Insiden tersebut menuai kritik dari organisasi hak sipil Texas Civil Rights Project.

Presiden organisasi tersebut, Rochelle Garza, mengecam penggunaan kekuatan mematikan oleh ICE dan mempertanyakan pernyataan resmi lembaga tersebut.

"Kami menuntut transparansi penuh, penyelidikan independen atas penembakan ini dan dugaan penggunaan profil rasial yang mungkin melatarbelakanginya, serta pertanggungjawaban atas penggunaan kekuatan mematikan. Lingkungan tempat tinggal kami bukanlah medan perang," kata Garza.

Desakan serupa juga disampaikan anggota DPR Amerika Serikat dari Houston, Sylvia Garcia. Menurut Garcia, keluarga Salgado Araujo maupun masyarakat yang diwakilinya berhak mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga meminta seluruh bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"Seluruh rekaman yang tersedia, komunikasi, serta bukti lainnya harus diamankan dan ditinjau sebagai bagian dari penyelidikan yang menyeluruh serta tidak memihak," kata Garcia.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penembakan Dekat Nobar Piala Dunia 2026, Korban Tewas


Most Popular
Features