Bos Bulog Tinggal Tunggu Keputusan Ini agar Bisa Jual Beras Kita

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 13/07/2026 18:25 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog menargetkan produk Beras Kita SPHP, baik jenis Premium maupun medium, bisa langsung diluncurkan tak lama setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Agar pelaksanaannya tidak molor, Bulog mulai menggandeng Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) sebelum keputusan resmi pemerintah diterbitkan.

Program ini merupakan bagian dari rencana pemerintah mengolah 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini tersimpan di gudang Bulog. Beras tersebut nantinya akan diproses melalui skema rice to rice, yakni beras CBP diolah kembali menjadi beras komersial premium.


Karena kapasitas penggilingan Bulog terbatas, perusahaan pelat merah tersebut menggandeng penggilingan padi swasta yang tergabung dalam Perpadi, untuk menyelesaikan target tersebut dalam waktu sekitar empat bulan. Hasil akhirnya akan dipasarkan sebagai Beras Kita SPHP Premium.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, konsep program tersebut masih akan dibawa ke Rakortas dalam waktu dekat setelah sebelumnya dibahas bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

"Ini kita akan giring ke Rakortas di hari Jumat. Jadi kemarin kan baru menghadap Pak Mentan, nah ini kita akan konsepnya seperti itu ke depannya," kata Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Rizal memastikan peluncuran Beras Kita SPHP premium tidak akan menghilangkan merek-merek beras premium Bulog yang sudah ada sebelumnya, seperti Befood. Menurutnya, Beras Kita hanya menjadi identitas baru agar produk beras pemerintah lebih mudah dikenali masyarakat.

"Tetap berjalan seperti biasanya saja, tidak ada perubahan. Cuman kan Beras Kita ini tujuannya untuk lebih memfamilierkan, lebih mudah dicerna oleh masyarakat sebagai berasnya pemerintah gitu, berasnya rakyat, maksudnya seperti itu," jelasnya.

"Kan ada Minyakita, ada Gula Manis Kita, beras juga ada Beras Kita supaya lebih lebih mudah diterima oleh rakyat," lanjut dia.

Bulog pun berharap produk tersebut bisa segera beredar setelah keputusan Rakortas keluar. Menurut Rizal, koordinasi dengan Perpadi sengaja dilakukan lebih awal agar pelaksanaan di lapangan tidak perlu menunggu lagi setelah kebijakan ditetapkan.

"Ya kita targetkan lebih cepat lebih bagus, kami nunggu nanti kebijakan dari Rakortas. Nanti kalau di Rakortas sudah ada keputusannya, makanya kita curi start nih. Dalam arti, kami langsung gandeng Perpadi supaya lebih cepat nanti dilaksanakannya. Jadi nanti begitu diputuskan di Rakortas, kalau bisa seminggu kemudian langsung bisa operasional," ucap dia.

"Jadi tidak baru setelah diputuskan Rakortas kami baru mau diskusi, bukan. Tapi diawali diskusi dulu dengan teman-teman Perpadi, dengan pengusaha-pengusaha, begitu putusan Rakortas langsung bisa dieksekusi. Demikian harapannya," sambung Rizal.

Adapun mengenai mekanisme distribusi Beras Kita SPHP Premium, Rizal mengatakan Bulog masih menyusun skema teknis bersama Perpadi. Pembahasan tersebut meliputi proses penggilingan, hasil samping pengolahan, hingga pola penyaluran ke masyarakat.

"Ya nanti kita sedang buat tim teknis kami dulu ya, kita akan buat rapat teknis minggu-minggu ini terkait dengan nanti skemanya seperti apa, kemudian teknis penggilingannya seperti apa, hasil sampingnya juga nanti seperti apa. Itu nanti akan didiskusikan di rapat teknis besok dengan teman-teman Perpadi juga," pungkasnya.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bulog Klaim Swasembada Pangan Berlanjut Hingga 2026