MARKET DATA

Bos Bulog Pamer ke Amran Bawa Beras Kita, Begini Bentuk & Kualitasnya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
09 July 2026 12:47
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)
Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog menyiapkan wajah baru untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bukan cuma berganti kemasan, Bulog juga menyiapkan produk baru bernama Beras Kita, yang bakal hadir dalam dua varian yakni premium dan medium.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, rencana itu sudah dilaporkan kepada Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman. Ia menuturkan, Bulog ingin menyatukan identitas produk pangan milik pemerintah lewat penamaan yang lebih mudah dikenali masyarakat.

"Jadi tadi pagi kami juga sudah lapor ke Pak Mentan (Amran) rencana produk baru dari Bulog, yaitu Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium," kata Rizal saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, nama Beras Kita dipilih agar sejalan dengan produk pemerintah lain seperti Minyakita dan Gula Manis Kita. Dengan begitu, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali produk beras milik pemerintah.

"Alhamdulillah tadi Pak Mentan sudah setuju Beras Kita ini, dan insya allah dalam waktu dekat kita akan segera produksi sejumlah lebih kurang 2 juta ton untuk pasar komersial," ujarnya.

Bulog menargetkan produksi Beras Kita mencapai sekitar 2 juta ton. Volume itu diharapkan bisa direalisasikan tahun ini hingga paling lambat pertengahan tahun depan, setelah mendapat restu dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Saat ditanya apakah nama SPHP resmi akan diganti menjadi Beras Kita, Rizal mengatakan identitas SPHP tetap ada, namun hanya ditampilkan dalam ukuran kecil di kemasan. Sementara nama merek utama yang akan ditonjolkan adalah Beras Kita.

Soal harga jual, Rizal mengatakan Bulog masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah. Konsep harga akan dibahas terlebih dahulu di Kemenko Pangan sebelum diputuskan lewat Rakortas.

"Untuk harga nanti kita sesuaikan. Nanti konsep ini akan dirapatkan dulu di Kemenko Pangan, nanti nunggu persetujuan dari hasil Rakortas, namun pada prinsipnya dari Pak Mentan sudah disetujui 2 juta ton," sebut dia.

Adapun untuk tahap awal, Bulog menyiapkan kemasan 5 kilogram seperti produk beras SPHP sebelumnya. Namun ukuran kemasan masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

"Packaging-nya 5 kilogram, namun nanti kita juga mengikuti pasar. Kalau pasar ada yang minta yang dibesarkan lagi ataupun ada yang minta dikecilkan lagi ukurannya, karena memang masyarakat pengen beli yang lebih mudah lagi, gampang dibeli, kita ngikutin pasar intinya," ucap Rizal.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Yang baru, Bulog juga menyiapkan Beras Kita Premium. Produk ini disebut akan menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP), namun dengan kualitas yang ditingkatkan dari beras medium yang selama ini diserap.

"Iya, menggunakan CBP. Nanti kita sesuaikan dengan kualitas premium dengan kadar air 14% dan pecahannya 15%," katanya.

Ia menjelaskan, selama ini beras yang diserap Bulog seluruhnya masih dalam kategori medium dengan tingkat pecahan 25%. Untuk menghasilkan beras premium, beras tersebut akan diproses ulang agar kualitasnya meningkat.

"Semua diserap dalam bentuk medium, beras yang pecahannya 25%. Nanti kalau premium, nanti ada proses namanya rice to rice. Nanti di-rice to rice lagi, dipoles lagi, kemudian disortir lagi supaya lebih bersih sehingga lebih glowing dengan pecahan juga sesuai dengan persentasenya, yaitu 15%," terang dia.

Meski begitu, Rizal belum bisa memastikan kapan Rakortas akan digelar. Saat ini Bulog masih mengajukan surat permohonan agar pembahasan bisa segera dilakukan.

"Belum tahu, ini kita lagi mengajukan surat permohonan untuk Rakortas-nya. Kalau harapan kami lebih cepat lebih bagus," kata Rizal.

Ia juga memastikan stok beras SPHP yang saat ini masih beredar di ritel tidak akan ditarik. Menurut dia, kualitas produk lama dan produk baru pada dasarnya sama, khususnya untuk varian medium. Perubahan yang dilakukan lebih banyak pada sisi kemasan dan branding.

"Tetap lanjut saja, nggak ada bedanya. Sebetulnya kualitas yang itu sama saja, nggak masalah. Sama persis kok, tidak ada bedanya, beras medium ya. Cuma sekarang ganti kemasan saja supaya lebih minimalis modelnya zaman sekarang gitu, zaman now gitu lho. Birunya kita ngikutin yang lagi tren, biru-biru ini," pungkasnya.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Amran Blak-blakan: MBG Tak Ada Hubungannya dengan Pemilu 2029!


Most Popular
Features