Data Center Asing Serbu RI, Investasi Miliaran Dolar-Rekrut Insinyur

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Jumat, 10/07/2026 14:45 WIB
Foto: Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Gedung Smesco, Jakarta, Senin, (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia mengklaim, perusahaan-perusahaan yang bergerak untuk pengembangan pusat data kecerdasan buatan atau data center AI tengah berbondong-bondong mau masuk ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi ini membuat kapasitas data center di Indonesia akan bergerak naik, dari yang saat ini terpasang di kisaran 580 MW menjadi 1,3 GW.


"Kita lihat pertumbuhan minat untuk data center yang sekarang kita sudah 580 MW itu akan naik on the pipeline sampai tambahan 1,3 GW," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Jumat (10/7/2026).

Airlangga mengatakan, dengan semakin tingginya daya tarik pembangunan data center dan ekosistem yang tergabung di dalamnya, maka kebutuhan untuk sumber daya manusia (SDM) menjadi semakin tinggi, sehingga membuka peluang lapangan kerja di tanah air.

Ia mencontohkan, Arm Ltd misalnya, yang telah bekerja sama dengan Nvidia dan Danantara telah bersedia untuk melatih dan merekrut 15.000 insinyur di ekosistemnya mulai dari pengembangan teknologi semikonduktor, chip, hingga pusat data AI dengan mitra-mitranya.

"Kuncinya ini kan seluruhnya adalah SDM. Jadi targetnya arahan Pak Presiden 15.000 engineers dan pekerja Indonesia bisa masuk di dalam Arm ekosistem," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, total investasi yang akan masuk untuk terus memperbesar kapasitas terpasang pusat data di Indonesia bisa mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat.

"Yang sudah itu 580 MW itu mungkin setara US$ 1 juta per MW. Nah kemudian kalau tambahan lagi sekitar 1,3 GW ya, ini yang sekarang di Batam itu juga investasinya sekitar US$ 15-20 miliar yang sudah on the pipeline," tegasnya.

Adapun daftar perusahaan yang antre untuk mengembangkan data center itu kata dia mulai dari Firmus Technologies asal Australia yang menjalin kemitraan strategis dengan raksasa chip Nvidia Corp, hingga BUMN seperti PT Telkom.

"Perusahaannya salah satu yang NVIDIA bekerja sama dengan Australia, kemudian ada yang direct perusahaan Telkom sendiri akan invest, kemudian di Karawang ini juga hampir seluruh Big Tech itu akan mengembangkan ekspansi daripada data center," paparnya.

Untuk menyeimbangkan ekspansi data center di dalam negeri, selain memperkuat SDM pemerintah kata Airlangga juga akan terus mengembangkan sisi infrastruktur, mulai dari energi baru dan terbarukan hingga jaringan fibe optik serta landing point kabel bawah laut.

"Selain semiconductor kan kita juga interkoneksi dengan global. Salah satunya nanti juga tanggal 20 kita akan resmikan tambahan landing daripada fiber optic cable dari Batam ke Singapura. Kita punya dua landing cable. Satu ke Singapura kemudian ke global," papar Airlangga.

"Kemudian yang kedua ke Amerika kita lewat Bitung, lewat Sulawesi Utara. Jadi dua ini kita akan dorong, tetapi balik lagi kuncinya adalah renewable energy. Nah dalam renewable energy itu yang bisa juga melibatkan nanti kelompok-kelompok kelas menengah.," tegasnya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AI Ubah Pasar Kerja, 'Fresh Grad' Kena Imbas!