BBM B50 Sudah Terbit, Bahlil Dapat Tugas Lagi dari Prabowo

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Jumat, 10/07/2026 11:45 WIB
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan mandatori biodiesel B50, yakni bahan bakar minyak jenis solar yang dicampur bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit sebesar 50 persen, di Karawang, Kamis (9/7/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Cahyo)

Karawang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja meresmikan program mandatori biodiesel 50% atau B50 yang dicampurkan ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Program itu sendiri bisa menghentikan impor solar sekaligus menjadi langkah untuk peningkatan bauran energi nabati yang lebih tinggi di masa depan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan setelah B50 diimplementasikan, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan instruksi baru untuk mulai menjajaki penerapan biodiesel 60% atau B60. Atas tugas baru itu, Bahlil menegaskan pihaknya segera melakukan riset mendalam guna memastikan kesiapan teknis dan ketahanan mesin sebelum bauran energi tersebut ditingkatkan kembali.

"Arahan Bapak Presiden tadi kepada kami agar segera mempertimbangkan dan menjajaki, mempelajari lewat riset yang baik untuk bisa kita tingkatkan ke B60. Ini harus kita lakukan dan ini ada upaya sebagai start awal," di sela acara Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Jumat (10/7/2026).


Memang, implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 177 triliun serta menyerap 2,1 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia. Dari sisi lingkungan, program ini diklaim mampu menurunkan emisi karbon sekitar 44 juta metrik ton CO2 seiring dengan berhentinya aktivitas impor solar, khususnya jenis C48.

"Alhamdulillah hari ini kita semua telah menyaksikan bersama bahwa telah dilakukan peluncuran untuk program B50. Dengan peluncuran B50 ini maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor solar dari negara lain," imbuhnya.

Adapun, pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi badan usaha bahan bakar minyak untuk menghabiskan sisa stok B40 sebelum diwajibkan menyalurkan B50 secara penuh pada 1 Oktober 2026 mendatang. Terkait harga, pemerintah menjamin tidak ada kenaikan harga jual Biosolar subsidi di tingkat masyarakat, yakni tetap di level Rp 6.800 per liter.

"Untuk B50 ini untuk konsumsi domestik khususnya yang kena subsidi tetap harganya RP6.800. Jadi tidak ada penambahan harga dan ini adalah bagian daripada strategi untuk mendorong net zero emission kita," tandasnya.

Dalam sambutan Prabowo, Prabowo menegaskan bahwa capaian B50 saat ini jangan bikin inovasi jalan di tempat. Dirinya pun mendorong Pertamina agar bisa mendorong sampai B60.

"Terima kasih ilmuwan dari kampus, teruskan kajian ini, terima kasih Pertamina, teruskan jangan berhenti di B50, kalau bisa B60," tegasnya dalam acara Peresmian Peluncuran Mandatori B50.

Prabowo pun menyebut akan memberikan Bintang Kehormatan bagi pihak-pihak yang sukses menerapkan kebijakan B50 ini.

"Saudara-Saudara, memang ini usaha besar, terima kasih, kebahagiaan dari saya, nanti Mensesneg juga saya minta nama-nama Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Menteri Koordinator Ekonomi, Pak Rosan, mereka-mereka yang berjasa proses mencapai di B50 saya minta nama-namanya ya, saya ingin memberi tanda kehormatan Bintang Kehormatan," tuturnya.

"Yang dapat Bintang, pangkatnya sudah tinggi ini soal jasa hasil untuk negara B50 ini hasil besar untuk negara," tandasnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Resmi Luncurkan BBM B50