Bos Bulog Mau Luncurkan Beras Kita, Berapa Harganya?

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 09/07/2026 14:05 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog berencana meluncurkan produk beras baru bernama Beras Kita, yang akan hadir dalam varian premium dan medium. Namun, hingga kini harga produk tersebut masih belum diputuskan karena masih menunggu pembahasan di tingkat pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, konsep harga Beras Kita nantinya akan lebih dulu dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Meski begitu, secara prinsip rencana produksi Beras Kita sebanyak 2 juta ton sudah mendapat persetujuan dari Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman.

"Untuk harga nanti kita sesuaikan. Nanti konsep ini akan dirapatkan dulu di Menko Pangan (Zulkifli Hasan), nanti nunggu persetujuan dari hasil Rakortas, namun pada prinsipnya dari Pak Mentan (Amran) sudah disetujui 2 juta ton," kata Rizal saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).


Menurut dia, penggunaan nama Beras Kita dipilih agar lebih mudah dikenali masyarakat, mengikuti pola penamaan produk pangan pemerintah lainnya seperti Minyakita dan Gula Manis Kita.

"Nah kenapa kita namakan Beras Kita? Karena yang punya pemerintah mulai dari Minyakita, Gula Manis Kita, maka beras juga kami sarankan menggunakan brand Beras Kita supaya pemahamannya lebih mudah dan lebih mengena kepada masyarakat," jelasnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Bulog menargetkan produksi Beras Kita mencapai 2 juta ton. Saat ditanya kapan jumlah itu mulai dicetak, Rizal mengatakan targetnya diupayakan bisa terealisasi tahun ini hingga paling lambat pertengahan tahun depan, setelah keputusan Rakortas keluar.

"Ini targetnya 2 juta ton. Harapannya di tahun ini dan paling lambat sampai pertengahan tahun depan. Secepatnya, kalau nanti di Rakortas sudah ketok palu oke, langsung kami cetak sebanyak-banyaknya," ujar dia.

Meski harga belum diputuskan, Bulog sudah menyiapkan gambaran awal produk yang akan diluncurkan. Untuk sementara, Beras Kita akan dikemas dalam ukuran 5 kilogram, sama seperti kemasan beras sebelumnya. Namun, ukuran itu tetap bisa berubah mengikuti kebutuhan pasar.

"Packaging-nya 5 kilogram, namun nanti kita juga mengikuti pasar. Kalau pasar ada yang minta yang dibesarkan lagi ataupun ada yang minta dikecilkan lagi ukurannya, karena memang masyarakat pengen beli yang lebih mudah lagi, gampang dibeli, kita ngikutin pasar intinya," kata Rizal.

Bulog juga memastikan Beras Kita Premium akan menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP). Untuk menghasilkan kualitas premium, beras medium yang selama ini diserap akan diproses kembali agar lebih bersih dengan tingkat pecahan yang lebih rendah.

"Iya, menggunakan CBP. Nanti kita sesuaikan dengan kualitas premium dengan kadar air 14% dan pecahannya 15%," ujarnya.

Ia menjelaskan, beras yang selama ini diserap Bulog seluruhnya masih dalam bentuk medium dengan tingkat pecahan 25%. Nantinya, beras itu akan diproses ulang untuk menghasilkan varian premium.

"Semua diserap dalam bentuk medium, beras yang pecahannya 25%. Nanti kalau premium, nanti ada proses namanya rice to rice. Nanti di-rice to rice lagi, dipoles lagi, kemudian disortir lagi supaya lebih bersih sehingga lebih glowing dengan pecahan juga sesuai dengan persentasenya, yaitu 15%. Tetap medium, siap," terang dia.

Sementara itu, Rakortas yang akan membahas harga dan konsep produk Beras Kita hingga kini belum dijadwalkan. Rizal mengatakan Bulog masih mengajukan surat permohonan untuk pelaksanaan rapat tersebut.

"Belum tahu, ini kita lagi mengajukan surat permohonan untuk Rakortas-nya. Kalau harapan kami lebih cepat lebih bagus," pungkasnya.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mentan Amran Laporkan 300 Perusahaan Sawit