Video

Video: PT Garam Incar Produksi 140 Ribu Ton Garam di Ladang K-SIGN NTT

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Sabtu, 11/07/2026 16:00 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose memastikan dukungan terhadap strategi pemerintah mendorong produksi garam nasional melalui Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, NTT.

PT Garam telah menandatangani kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pengelolaan K-SIGN. Saat ini tahap pertama yang sudah diselesaikan pengelolaan 731 hektar dengan target produksi 140-150 ribu ton garam.

Ke depan pengembangan kawasan garam K-SIGN akan meningkat menjadi 3000-4000 hektare dengan target produksi 400-600 ribu ton. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menarik investasi dan ekonomi daerah melalui menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang.

Meski demikian masih ada tantangan pengembangan produksi garam K-SIGN adalah penggunaan teknologi seperti Teknologi MVR (Mechanical Vapor Recompression) untuk menghasilkan garam di atas Nacl 97% hingga menuju kualitas 99,1 - 99,9% untuk dapat dipakai industri seperti industri chlor alkali plant (CAP) dan farmasi.

Di sisi lain, persoalan logistik juga menjadi tantangan melalui pembangunan dan investasi Pelabuhan, oleh karena itu PT Garam terus memperkuat Kerjasama dengan investor dari Arab Saudi, Jerman hingga China.

Lalu seperti apa prospek dan tantangan produksi garam nasional? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Kamis, 08/07/2026)

Add as a preferred
source on Google

Related Videos
Popular Videos