FOTO Internasional

Laut Manusia di Pemakaman Khamanei saat AS Kembali Bombardir Iran

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 09/07/2026 08:40 WIB

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei memasuki hari keenam dengan prosesi yang digelar di kota suci Karbala, Irak, Kamis (9/7/2026).

1/7 People carry the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, after it was unloaded from a refrigeration vehicle, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei memasuki hari keenam dengan prosesi yang digelar di kota suci Karbala, Irak, Kamis (9/7/2026). Orang-orang membawa peti jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas pada 28 Februari dalam serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS), setelah diturunkan dari kendaraan pendingin. (REUTERS/Ahmed Saad)

2/7 People carry the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, after it was unloaded from a refrigeration vehicle, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad

Peti jenazah Khamenei diangkut menggunakan truk besar yang melintasi lautan massa. Prosesi pemakaman masih berlangsung seperti biasa meski Rabu, Presiden AS membubarkan gencatan sejata dengan Iran dan menyerang wilayah Teheran di Selat Hormuz hari ini. (REUTERS/Ahmed Saad)

3/7 People carry the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, after it was unloaded from a refrigeration vehicle, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad

Terlihat lautan manusia masih memenuhi pemakaman. Dalam foto bendera Irak dan Iran berkibar berdampingan sementara spanduk-spanduk bernuansa keagamaan menghiasi jalur prosesi yang dipenuhi para pelayat. (REUTERS/Mohamed Azakir)

4/7 People carry the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, after it was unloaded from a refrigeration vehicle, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad

Prosesi di Karbala menjadi bagian dari rangkaian pemakaman kenegaraan yang telah berlangsung selama enam hari. Sebelumnya, jutaan warga Iran mengikuti berbagai upacara penghormatan sebelum iring-iringan jenazah melintasi perbatasan menuju Irak. (REUTERS/Ahmed Saad)

5/7 People carry the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, after it was unloaded from a refrigeration vehicle, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad

Pemerintah Iran memulai upacara pemakaman kenegaraan sejak Jumat lalu. Selain menjadi penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei, prosesi tersebut juga dimaksudkan sebagai simbol keberlangsungan dan ketahanan Republik Islam di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan pasca-kematian pemimpin tertinggi Iran tersebut. (REUTERS/Mohamed Azakir)

6/7 People carry the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, after it was unloaded from a refrigeration vehicle, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad

Seorang pelayat menyentuh poster bergambar mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kota Mashhad, Iran. (REUTERS/Alkis Konstantinidis Foreign media in Iran)

7/7 People carry the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, after it was unloaded from a refrigeration vehicle, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad

Iran sendiri kini menunjuk putra Khamenei, Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru. Namun hingga kini, Mojtaba tak kunjung menampakkan diri di muka publik, hanya memberi pesan tertulis. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Add as a preferred
source on Google