Alert! Data Intelijen Sebut Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Sekarat
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan sekarat, di mana ia tidak sadarkan diri dan sedang dirawat karena masalah medis yang "parah". Hal itu membuatnya tidak mampu memerintah negara.
Laporan ini muncul dari penilaian intelijen yang diperoleh oleh media berita Inggris The Times pada hari Selasa waktu setempat. Laporan tersebut juga dimuat The Times of Israel, Rabu (8/4/2026).
"Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi kritis, tidak mampu terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim," demikian bunyi memo diplomatik, yang menurut The Times didasarkan pada intelijen AS-Israel dan dibagikan kepada sekutu Teluk mereka.
Ini menandai pertama kalinya sebuah laporan mengungkapkan lokasi Khamenei secara publik sejak awal perang. Ia diyakini telah terluka dalam gelombang serangan pertama AS-Israel pada 28 Februari.
Dokumen itu juga mengungkapkan persiapan untuk pemakaman ayahnya dan mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei setelah ia tewas dalam serangan yang sama yang memicu pertempuran, 28 Februari. Badan intelijen menduga persiapan sedang dilakukan untuk meletakkan "dasar-dasar yang dibutuhkan untuk membangun mausoleum besar di Qom, kota yang disucikan kelompok Syiah.
Perlu diketahui, sejak terpilih untuk memimpin Iran, Khamenei muda belum terlihat atau bahkan terdengar kabarnya. Ini menyebabkan spekulasi intens tentang kondisi dan keberadaannya, serta sejauh mana ia mengendalikan pemerintah dan militer Iran.
Dalam beberapa minggu setelah rezim mengkonfirmasi bahwa Khamenei terluka dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayah, ibu, istri, dan putranya, media pemerintah mulai merilis pernyataan tertulis yang diduga ditulis oleh pemimpin berusia 56 tahun itu. Media pemerintah secara teratur menerbitkan gambar Khamenei, tetapi tanpa memberikan indikasi bahwa gambar tersebut baru.