Cerita Ibu Temani Anak ke Job Fair, Jadi Saksi Cari Kerja Makin Sulit

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 08/07/2026 18:05 WIB
Foto: Seorang ibu menemani anaknya dalam mencari pekerjaan di Job Fair yang berlangsung di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ajang job fair menjadi harapan baru bagi banyak pencari kerja. Salah satunya Egi, warga Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang datang ke Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 bersama sang ibu untuk mencari peluang kerja baru.

Ia mengaku memiliki pengalaman di berbagai sektor, termasuk industri ritel.

"Saya sih ya marketing, pengalaman saya juga ada di restoran juga ada, marketing juga ada, kayak gitu sih. Yang mana aja," kata pria berusia 27 tahun itu kepada CNBC Indonesia, Rabu (8/7/2026).


Egi kemudian menceritakan pengalamannya bekerja di sejumlah perusahaan, mulai dari XXI, Boots hingga Sport Station khususnya klub Liverpool. Menurutnya, pengalaman itu menjadi bekal untuk kembali bersaing di dunia kerja.

"Ya bebas sih, tapi dari XXI itu ke sini-sininya saya ke retail. Waktu itu sempat di Sport Station Liverpool. Iya, jual-jual jersey, terus merchandise Liverpool, kayak gitu," ujarnya.

Egi pun mengaku tantangan mencari kerja kini semakin berat. Selain harus bersaing dengan lulusan baru, ia juga masih menemui perusahaan yang menerapkan batas usia dalam proses rekrutmen.

"Iya mungkin di umur saya yang segini saingannya itu yang fresh graduate. Soalnya perusahaan juga sekarang kan lebih apa ya, maksudnya bukan lebih sih, kebanyakan tuh ya itu menerima yang fresh graduate. Kalau zaman saya dulu baru lulus malah nyarinya yang udah pengalaman. Tapi giliran saya udah pengalaman malah kebalik ya Bu ya, jadinya malah yang fresh graduate, yang muda-muda gitu."

Sementara itu, sang ibu, Rianti Siarafaris, mengaku sengaja menemani putra bungsunya datang ke job fair. Baginya, mencari pekerjaan saat ini jauh lebih sulit dibandingkan ketika dirinya masih berada di usia produktif.

"Oh, susahan sekarang, dulu mah gampang. Dulu lebih gampang, Ibu dulu masih muda mah kerja gampang. Sekarang mah itu ya, setahun atau 6 bulan dikontrak. Kalau dulu enggak ada zaman Ibu gitu," kata Rianti.

Rianti menilai sistem kerja saat ini juga jauh berbeda. Menurutnya, pekerja sekarang lebih banyak dihadapkan pada sistem kontrak sehingga kepastian pekerjaan menjadi lebih terbatas dibandingkan masa lalu.

"Iya lama. Sampai kalau enggak kita ngundurin diri dari perusahaan enggak diberhentiin gitu. Kalau sekarang kan kontrak 6 bulan, ada yang setahun, ada yang 3 bulan, tergantung perusahaannya," ujarnya.

Seorang ibu menemani anaknya dalam mencari pekerjaan di Job Fair yang berlangsung di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Seorang ibu menemani anaknya dalam mencari pekerjaan di Job Fair yang berlangsung di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Diserbu Ratusan Pencari Kerja

Sementara, dari pandangan mata suasana Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026, Rabu (8/7/2026),tampak antrean panjang di depan booth-booth perusahaan yang membuka rekrutmen untuk berbagai posisi. Terlihat, sebagian langsung mengantre di perusahaan yang diminati, sementara lainnya berkeliling mencari informasi mengenai lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun pengalaman kerja.

Salah seorang pencari kerja bernama Akhi mengaku datang dengan harapan bisa memperoleh pekerjaan di tengah persaingan yang semakin ketat. Menurutnya, banyaknya pelamar justru menjadi penyemangat untuk terus mencoba.

"Namanya job fair seperti ini pasti banyak saingan, jadi kita harus tetap semangat aja untuk cari kerjanya," kata Akhi Yunanto kepada CNBC Indonesia.

Ia mengatakan sudah mencoba melamar ke beberapa perusahaan yang hadir dalam bursa kerja tersebut. Namun, tidak semua perusahaan masih menerima berkas lamaran secara langsung karena sebagian proses pendaftaran sudah dialihkan secara digital.

"Sudah apply ke beberapa perusahaan, kebanyakan udah gak nerima berkas, tapi kita pelamar diminta untuk isi barcode dan isi data diri di situ," kata Akhi.

Bursa kerja ini menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor yang menawarkan beragam posisi. Selain rekrutmen secara langsung, penyelenggara juga membuka layanan pendaftaran secara daring melalui portal karier Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung hingga 15 Juli 2026.

Penyelenggara juga memastikan kegiatan tersebut dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, sebagai upaya memperluas akses terhadap peluang kerja di tengah tingginya minat masyarakat mencari pekerjaan.

Sejumlah pencari kerja (pencaker) memenuhi Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 di di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Sejumlah pencari kerja (pencaker) memenuhi Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 di di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun Hingga 6% di 2027